Depok, Jabar (ANTARA) – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Zhejiang dari China telah meluncurkan program pertukaran pelajar jangka pendek. Program ini bertujuan memperkuat kolaborasi akademik dan hubungan budaya di seluruh Asia.
Pejabat UI Erwin Agustian Panigoro mengatakan program ini dirancang untuk memberi mahasiswa Zhejiang pengalaman belajar terpadu. Kegiatannya menggabungkan aktivitas akademik, kunjungan industri, dan eksplorasi budaya di Jakarta dan Bandung.
Berdasarkan siaran pers yang dirilis di Depok pada Sabtu, program berlangsung selama satu minggu, dari 19 hingga 23 Januari 2026. Pertukaran ini merupakan bagian dari upaya internasionalisasi UI yang lebih luas.
Selama program, para peserta mengikuti kuliah tentang ekonomi, administrasi publik, dan kepemimpinan Indonesia di tengah ketidakpastian global. Kuliah ini memberikan wawasan tentang tantangan kebijakan di ekonomi terbesar Asia Tenggara.
Agenda akademik juga mencakup kunjungan ke PT Wanxinda Group Indonesia. Di sana, mahasiswa mendapat paparan langsung tentang praktik bisnis lintas batas dan dinamika kerjasama ekonomi global.
Mereka juga mengunjungi Deakin University Lancaster University Indonesia. Mereka menghadiri kuliah kepemimpinan oleh Profesor Greg Barton yang memperluas pemahaman mereka tentang model pendidikan tinggi internasional.
Di luar akademik, program ini menekankan pemahaman budaya sebagai komponen kunci dalam membentuk perspektif global.
Peserta menjelajahi landmark budaya dan sejarah seperti Taman Mini Indonesia Indah, Museum Konferensi Asia-Afrika, Gedung Sate, dan Saung Angklung Mang Udjo.
Aktivitas ini memperkenalkan sejarah, nilai nasional, dan keragaman budaya Indonesia sekaligus mendorong dialog lintas budaya dan saling menghargai.
Program diakhiri dengan sesi refleksi dan presentasi kelompok. Hal ini memungkinkan mahasiswa mengonsolidasi pengalaman, menyoroti hasil belajar, dan berbagi perspektif baru.
Melalui sesi ini, peserta mengkaji keterkaitan antara teori, praktik, dan konteks sosial, yang memperkuat pendekatan pembelajaran terapan.
Hu Xuanhao, seorang mahasiswa dari Universitas Zhejiang, menggambarkan program ini sangat berkesan secara akademis maupun personal.
“Melalui kehidupan kampus dan aktivitas bersama, saya tidak hanya belajar tentang Indonesia tetapi juga membangun persahabatan yang tulus,” kata Hu. Ia mencatat bahwa interaksi langsung dengan mahasiswa UI memberikan perspektif yang lebih autentik dibandingkan hanya belajar di kelas.
UI menyatakan program ini diharapkan dapat menjadi landasan untuk kerjasama akademik yang lebih dalam dengan Universitas Zhejiang. Program ini juga diharapkan membantu membina pemimpin muda berwawasan global yang mampu berkolaborasi lintas budaya.
Penerjemah: Feru L, Rahmad Nasution
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026