Pertempuran Dahsyat Meletus, Mayor Pasukan Elite Israel Tewas di Pusat Kota Gaza.

Minggu, 31 Desember 2023 – 06:10 WIB

VIVA – Meskipun sebagian besar Kota Gaza, Palestina telah hancur akibat serangan udara dan serangan darat oleh militer Israel. Namun, ternyata Hamas tidak begitu saja menyerah.

Baca Juga:

Terpopuler: Tentara Israel Diserang Wabah Jamur, Hindari Hal Ini Agar Rezeki Suami Istri Lancar

Terbukti, akhir pekan ini Hamas memberikan perlawanan terhadap pasukan militer negara Yahudi yang memasuki tengah Kota Gaza. Pertempuran hebat pun pecah. Dampaknya cukup fatal bagi Zionis.

Israel Defense Forces alias IDF melaporkan, seorang perwira pasukan elit mereka tewas menjadi mayat dalam pertempuran di Kota Gaza.

Baca Juga:

Kolonel Enjang Mendadak Muncul Malam Hari, Pasukan Gong Emas TNI Berhamburan.. Apa yang Terjadi??

VIVA Militer: Mayor Sushko dan Kapten Harel Ittah

Perwira yang tewas tersebut bernama Mayor Mil Konstantin Sushko. Menurut IDF yang dilaporkan oleh VIVA Militer, Minggu 31 Desember 2023, Mayor Sushko merupakan prajurit dari Brigade Golani. Brigade nomor satu yang menjadi andalan Israel dalam semua peperangan yang telah mereka jalani.

Baca Juga:

Penderitaan Perempuan di Gaza, Tidak Ada Pembalut untuk Menstruasi

Mayor Sushko bertugas di Brigade Teknik Tempur 7086, Brigade Golani. Ia tewas seketika dalam pertempuran tersebut.

VIVA Militer: Pasukan Israel saat menyerang Gaza.

Selain Mayor Sushko, Israel juga kehilangan seorang perwira muda dari Brigade Givati. Namanya Kapten Harel Ittah, seorang tentara berusia 22 tahun yang tewas dalam perawatan akibat luka parah yang dialaminya saat berhadapan dengan Hamas di selatan Gaza pada 22 Desember 2023.

IDF mengklaim, sampai saat ini total ada 170 prajurit militernya yang tewas dalam invasi ke Gaza.

MEMBACA  13 Sekolah Kedinasan yang Membuka Pendaftaran Maret 2024 untuk Lulusan SMK

Halaman Selanjutnya

Selain Mayor Sushko, Israel juga kehilangan seorang perwira muda dari Brigade Givati. Namanya Kapten Harel Ittah, seorang tentara berusia 22 tahun yang tewas dalam perawatan akibat luka parah yang dialaminya saat berhadapan dengan Hamas di selatan Gaza pada 22 Desember 2023.