Perpustakaan NTT Ajak Generasi Muda Manfaatkan Layanan Gratis di Era Digital

Kupang, NTT (ANTARA) – Para pejabat Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong warga, khususnya anak muda, untuk memanfaatkan layanan perpustakaan gratis. Mereka menyatakan buku tetaplah sumber utama ilmu pengetahuan meski penggunaan perangkat digital semakin bertambah.

Kepala Pelayanan dan Pengembangan Perpustakaan Dispursip NTT, Chris Pira, menekankan pentingnya membaca untuk memahami dunia.

“Membaca adalah jendela dunia. Perangkat digital itu pendukung, tetapi buku fisik tetap jadi dasar untuk memperoleh pengetahuan,” kata Chris dalam briefing hari Senin di Kupang.

Dispursip NTT melaporkan bahwa Perpustakaan Daerah NTT mencatat 41.506 pengunjung pada tahun 2025, gabungan dari akses langsung dan online.

“Dari jumlah itu, 22.738 adalah kunjungan langsung, sementara 18.768 secara online, total menjadi 41.506 kunjungan untuk tahun ini,” jelas Chris.

Kunjungan langsung meningkat dari 21.775 pada tahun 2024, yang mencerminkan pertumbuhan yang stabil dalam keterlibatan masyarakat dengan sumber daya perpustakaan.

Perpustakaan menambah 927 anggota baru di 2025, termasuk 873 anggota umum dan 54 pengguna online, naik dari 710 anggota baru di 2024.

Dispursip juga mencatat 280 kali penggunaan layanan peminjaman buku LAPBUKIT, yang mengantarkan buku ke anggota di Kota Kupang, meningkat dari 241 kali pada 2024.

Layanan online mencakup akses website, e-Perpus NTT, layanan internet, dan penggunaan komputer kerja, yang mendukung pembelajaran digital dan pengguna perpustakaan jarak jauh.

“Dengan kunjungan tahunan sebelumnya rata-rata 45.000–48.000, kami menargetkan sekitar 60.000 kunjungan di semua layanan pada 2026,” ujar Chris.

Sepanjang 2025, perpustakaan menyelenggarakan berbagai program literasi seperti lomba bercerita, kontes video literasi, resensi buku, lomba cerita rakyat, serta Festival Literasi NTT yang digelar pada 11–13 Desember.

Inisiatif-inisiatif ini bertujuan memperkuat kebiasaan membaca dan keterampilan literasi, sambil menyeimbangkan buku tradisional dengan akses digital, mempromosikan pengetahuan, berpikir kritis, dan peluang belajar bagi pemuda di seluruh provinsi.

MEMBACA  Canada Cabut Pajak Layanan Digital Setelah Trump Hentikan Pembicaraan Dagang

Program-program ini menyoroti peran perpustakaan sebagai sumber edukasi dan pusat komunitas, mendorong pembelajaran sepanjang hayat serta menumbuhkan warga NTT yang terinformasi dan literat.

Penerjemah: Yoseph Boli Bataona, Cindy Frishanti Octavia
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar