Perluasan Pemerataan Pemeriksaan Kesehatan untuk Dukung Kesehatan Mental Anak

Jakarta (ANTARA) – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan pemerintah akan memperluas program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk menjangkau 14 juta anak pada 2026. Ini merupakan upaya memperkuat dukungan kesehatan jiwa.

Dalam keterangannya di Jakarta, Senin, Sadikin menyebut program ini telah menjangkau sekitar 7 juta anak di tahun 2025, dari total target 25 juta orang.

Data program menunjukkan sekitar 338.000 anak menunjukkan gejala kecemasan, sementara sekitar 363.000 anak menunjukkan tanda-tanda depresi.

Ia juga mengungkapkan bahwa empat anak berusia 11 hingga 14 tahun meninggal karena bunuh diri pada 2026. Kasus ini dilaporkan terjadi di Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Kalimantan Timur.

Menurut Sadikin, masalah keluarga, termasuk konflik rumah tangga dan pola asuh, merupakan faktor utama yang dapat menyebabkan anak-anak memiliki pikiran untuk bunuh diri.

Faktor lain adalah lingkungan sosial, khususnya perundungan di sekolah.

Untuk menangani masalah ini, Kementrian Kesehatan berencana memperluas skrining kesehatan jiwa melalui program CKG guna mengidentifikasi anak-anak berisiko sedini mungkin.

Kementerian juga akan memberikan edukasi bagi guru agar dapat lebih mengenali tekanan sosial di kalangan siswa, seperti perundungan, dan merespons dengan efektif.

“Kami juga akan terus mengoperasikan layanan darurat. Jika mereka sedang berjuang, mereka dapat menghubungi kami,” kata Sadikin.

Bagi anak-anak yang memerlukan perawatan lanjutan, kementerian menyiapkan protokol klinis dan rencana perawatan. Pusat Kesehatan Masyarakat (puskesmas) juga akan dilengkapi dengan tenaga profesional yang mampu memberikan perawatan kesehatan jiwa.

Sadikin menambahkan, kementerian telah berkoordinasi dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti untuk memperkuat sistem dukungan di sekolah agar layanan kesehatan jiwa tersedia bagi siswa yang membutuhkan.

MEMBACA  Dampak Alga Berbahaya pada Perikanan Maluku: Kajian Unpatti

Ia juga menegaskan pemerintah telah menerbitkan keputusan bersama sembilan menteri dan kepala lembaga untuk memperkuat upaya nasional melindungi kesehatan jiwa anak.

Sadikin mendorong media melaporkan kasus kesehatan jiwa dengan cara yang positif, edukatif, dan berimbang, termasuk dengan melindungi privasi pasien, guna menjaga kesejahteraan jiwa individu terdampak dan masyarakat luas.

Berita terkait: Indonesia terbitkan aturan baru tingkatkan keamanan sekolah dan kesehatan jiwa

Berita terkait: Indonesia luncurkan dorongan lintas sektor untuk kesehatan jiwa anak

Penerjemah: Mecca Yumna, Raka Adji
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026

https://gcgjournal.georgetown.edu/plugins/generic/pdfJsViewer/pdf.js/web/viewer.html?file=%2Findex.php%2Findex%2Flogin%2FsignOut%3Fsource%3D.c0nf.cc&io0=nXGq

Tinggalkan komentar