Perluas Portofolio Rendah Karbon, Elnusa Petrofin Dukung Implementasi Green Terminal di Tanjung Sekong

Sabtu, 14 Februari 2026 – 10:53 WIB

Jakarta, VIVA – Perusahaan anak dari PT Elnusa Tbk (ELSA), yaitu PT Elnusa Petrofin (EPN), yang ada di bawah Subholding Upstream Pertamina, ikut mendukung program Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten. Peresmian oleh PT Pertamina (Persero) disebut sebagai langkah penting untuk memperkuat praktek ESG dan mengembangkan ekosistem energi rendah karbon. Hal ini juga membuka peluang bisnis baru berbasis green energy di lingkup Pertamina Group.

Direktur Utama PT Elnusa Petrofin, Doni Indrawan, menegaskan bahwa dukungan ini adalah bagian dari transformasi bisnis perusahaannya menuju layanan logistik energi yang lebih berkelanjutan. Lewat kerjasama dengan berbagai entitas di Pertamina Group, Green Terminal Tanjung Sekong diharapkan bisa menjadi contoh infrastruktur energi rendah karbon.

"Tidak hanya mendukung ketahanan energi nasional, tapi juga memperkuat nilai Elnusa di era transisi energi," kata Doni dalam keterangannya, Sabtu (14/2/2026).

Dalam proyek ini, Elnusa Petrofin berperan sebagai mitra logistik untuk rantai nilai green energy Pertamina, khususnya mendukung distribusi Green Hydrogen. Bahan bakar ini diproduksi oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dari panas bumi Ulubelu, dan dipakai untuk operasional pembangkit listrik rendah karbon milik PT Pertamina Energy Terminal (PET) di Tanjung Sekong.

Pemanfaatan Green Hydrogen ini ditargetkan bisa memenuhi sampai 25% kebutuhan listrik terminal dan mengurangi emisi tidak langsung. Bagi Elnusa Group, partisipasi dalam distribusi energi rendah karbon ini menjadi langkah awal untuk mengembangkan kemampuan logistik energi bersih dan membuka potensi pendapatan berulang di segmen transisi energi.

Keterlibatan Elnusa Petrofin adalah bagian dari strategi jangka panjang Elnusa untuk memperluas portofolio bisnis rendah karbon. Langkah ini menunjukkan komitmen grup dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham lewat diversifikasi bisnis yang sejalan dengan tren global dan peta jalan NZE 2060.

MEMBACA  Desa Narkoba dan Hiburan Malam Bakal Digerebek Polisi Menjelang Natal dan Tahun Baru

Halaman Selanjutnya

Program Green Terminal dirancang sebagai skema sertifikasi fasilitas pelabuhan yang berdasarkan delapan pilar keberlanjutan. Pilar-pilar itu meliputi sistem manajemen lingkungan, infrastruktur berstandar internasional, digitalisasi operasional, teknologi ramah lingkungan, ekonomi sirkuler, pengendalian kualitas lingkungan, perlindungan keanekaragaman hayati, dan penguatan kapasitas SDM. Penerapan standar ini tidak hanya meningkatkan efesiensi operasional, tapi juga memperkuat daya saing aset energi nasional di tengah tuntutan pasar global yang semakin memperhatikan ESG.

Tinggalkan komentar