Perkuat Dominasi Antariksa, Rusia Rilis 300 Satelit Penjinak Starlink

loading…

Rusia akan memperkuat antariksa dengan meluncurkan 300 satelit. Foto/X/@SaharaReporters

MOSKOW – Rusia akan meluncurkan jaringan internet satelitnya sendiri yang mirip seperti Starlink milik perusahaan SpaceX Elon Musk pada tahun 2027. Hal ini diungkapkan oleh Dmitry Bakanov, kepala Roscosmos.

Starlink menyediakan internet kecepatan tinggi lewat jaringan satelit terbesar di dunia, dengan lebih dari 9.000 satelit di orbit rendah Bumi. Layanan ini mulai beroperasi tahun 2020 dan, katanya dari perusahaan, sudah berkembang sampai lebih dari 9 juta pengguna di lebih dari 150 negara dan wilayah. Tapi, layanan ini belum tersedia secara resmi di Rusia.

Pada hari Jumat, Bakanov memperlihatkan kepada wartawan Channel One sebuah terminal buatan Rusia untuk akses internet broadband satelit. Dia bilang terminal itu akan memungkinkan pengguna di mana saja di dunia untuk tetap terhubung. Kepala badan antariksa itu nambahin bahwa produksi massal perangkat keras akan dimulai sebelum akhir tahun ini.

Baca Juga: Takut China Makin Perkasa, Oposisi Protes Pembangunan Kedubes Terbesar di Inggris

Konstelasi orbital yang terdiri dari lebih dari 300 satelit akan memastikan sistem Rusia, ‘Rassvet’ (fajar), beroperasi penuh dan siap digunakan tahun depan, kata CEO Roscosmos.

“Sangat penting untuk menyediakan konektivitas ke semua wilayah yang tidak terjangkau jaringan komunikasi darat,” tegas Bakanov.

Pada bulan November, ketua komite kebijakan informasi parlemen Rusia, Sergey Boyarsky, bilang ke Tass bahwa konstelasi satelit orbit rendah Bumi ini akan jadi jawaban Moskow terhadap sistem Starlink Amerika.

MEMBACA  Upaya Mendapatkan Starlink di Afrika Selatan Bertabrakan dengan Ketegangan Atas Musk

Tinggalkan komentar