Perjalanan Rasulullah SAW dengan Buraq

loading…

Diyakini bahwa dalam perjalanan luar biasa Isra Mikraj, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam diperjalankan menggunakan Buraq. Foto ilustrasi/ist

Banyak kisah dari peristiwa Isra Mikraj, yang dipercaya sebagai kejadian luar biasa yang dialami Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam pada malam 27 Rajab. Diyakini dalam perjalanan ‘luar biasa’ itu, Rasulullah SAW ditumpangkan dengan Buraq. Lalu, sebenarnya seperti apa Buraq ini?

Isra Mikraj juga menjadi salah satu mukjizat agung Rasulullah SAW yang tercatat dalam Al-Qur’an. Allah Ta’ala berfirman:

سُبۡحٰنَ الَّذِىۡۤ اَسۡرٰى بِعَبۡدِهٖ لَيۡلًا مِّنَ الۡمَسۡجِدِ الۡحَـرَامِ اِلَى الۡمَسۡجِدِ الۡاَقۡصَا الَّذِىۡ بٰرَكۡنَا حَوۡلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنۡ اٰيٰتِنَا‌ ؕ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيۡعُ الۡبَصِيۡرُ

Artinya: “Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.” (QS Al-Isra ayat 1)

Perjalanan yang diceritakan dalam ayat tersebut menunjukan bahwa kejadian Isra’ terjadi dalam waktu malam yang singkat. Hal ini juga menguatkan bahwa peristiwa Isra’ benar-benar terjadi di malam hari.

Baca juga: Tadabur 10 Ayat Terakhir Surat An-Naziat : Perbedaan Penghuni Surga dan Neraka

Allah memperjalankan hamba-Nya di malam hari karena waktu itu adalah saat yang paling utama bagi hamba untuk mendekatkan diri pada Allah. Alasan Nabi Muhammad diperjalankan pada malam hari adalah untuk memperlihatkan tanda-tanda kebesaran Allah kepada Beliau. Tanda-tanda itu disaksikan oleh Nabi Muhammad SAW dalam perjalanannya dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa.

Diperjalankan dengan Buraq

Buraq (البراق) adalah hewan tunggangan para Nabi. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Buraq adalah hewan yang sangat indah, berpelana dan bertali kekang. Warna Buraq putih, lebih tinggi dari keledai tetapi lebih kecil dari baghal (hasil kawin antara kuda dan keledai). Langkahnya sejauh mata memandang, dan memiliki dua telinga yang panjang.

MEMBACA  Ikatan, Lepas Ikatan, Daur Ulang – tesa Membuka Laboratorium Debonding on Demand Baru di Singapura

Ketika mendaki gunung, kaki belakangnya terangkat lebih tinggi, dan saat turun kaki depannya yang terangkat. Buraq mempunyai dua sayap di pinggulnya yang membantunya bergerak lebih cepat.

Dikisahkan, saat Rasulullah SAW hendak menaikinya, Buraq sempat meronta. Kemudian Jibril meletakkan tangannya pada Buraq sambil berkata: “Tidakkah kau malu, wahai Buraq? Demi Allah, tidak ada makhluk yang lebih mulia darinya yang pernah menaikimu.” Maka Buraq menjadi tenang dan merasa malu sampai berkeringat, lalu Rasulullah pun menaikinya. Buraq adalah kendaraan para Nabi sebelum Rasulullah SAW.

Tinggalkan komentar