Perjalanan Panjang Pramono Mengurai Kemacetan Jakarta

Jakarta (ANTARA) – Ibu kota Indonesia, Jakarta, terkenal dengan kepadatannya yang menakjubkan dan kemacetan lalu lintas yang sangat menyebalkan. Jutaan warga telah menerima kemacetan sebagai bagian dari hidup sehari-hari yang tidak bisa dihindari.

Masalah itu telah berlangsung lama, melintasi beberapa kepemimpinan, termasuk masa kini yang dipimpin oleh Gubernur Pramono Anung Wibowo. Dia telah menandai kemacetan akut Jakarta sebagai masalah nomor satu yang butuh penanganan segera.

Di tahun pertamanya menjabat, Pramono telah memperkenalkan berbagai inisiatif yang bertujuan untuk mengurai teka-teki kemacetan Jakarta.

Inti dari agendanya adalah upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas transportasi umum. Gubernur menganggap penting untuk mengintegrasikan berbagai layanan, membuat halte dan fasilitas transit lebih terhubung dan mudah diakses warga.

Arah telah ditetapkan, tetapi Pramono menyadari bahwa menjinakkan lalu lintas Jakarta pada dasarnya membutuhkan sinergi pemerintahannya dengan pemerintah daerah penyangga—Depok, Bekasi, Bogor, dan Tangerang—yang bersama ibu kota membentuk wilayah metropolitan Jabodetabek.

Pendekatan ini berakar pada fakta bahwa sementara Jakarta sudah dihuni sekitar 11 juta jiwa, tambahan lima juta orang membanjiri kota setiap pagi dari daerah penyangga untuk bekerja. Para komuter ini kembali ke rumah mereka saat matahari terbenam.

Dengan pemikiran itu, Pramono memfokuskan pada perluasan layanan TransJakarta, sistem bus rapid transit perintis Indonesia yang dimulai pada 2004. Dia mengembangkan layanan bus—yang sudah digunakan jutaan orang di ibu kota—menjadi TransJabodetabek.

April 2025 menandai peluncuran jaringan yang diperluas ini, dimulai dengan rute yang menghubungkan Blok M di Jakarta Barat dan Alam Sutera di Tangerang. Ini segera diikuti oleh rute seperti Vida Bekasi–Cawang Sentral, Sawangan–Lebak Bulus, PIK 2–Blok M, Bogor–Blok M, Summarecon Bekasi–Cawang, Bekasi Timur–Cawang, Depok–Cawang Sentral, UI–Lebak Bulus, Serpong–Jelambar, dan Cawang–Cikarang.

MEMBACA  IAEA memberikan beasiswa kepada 11 mahasiswa UI

Selain itu, tidak lama lagi Pramono akan meresmikan rute yang menghubungkan Blok M dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang. Dia yakin rute baru ini akan menjadi langkah penting untuk meringankan kemacetan, karena memungkinkan komuter bepergian ke dan dari bandara hanya dengan Rp3.500—membuat kendaraan pribadi terlihat kurang masuk akal.

Gubernur menuntut agar halte TransJabodetabek di Jakarta ditingkatkan semaksimal mungkin, beberapa bahkan direnovasi secara estetika untuk meningkatkan daya tarik. Dari halte yang lebih terang hingga area tunggu yang didesain ulang, dia percaya suasana yang lebih menarik akan membantu memikat komuter meninggalkan mobil atau motor mereka.

Pramono berharap para pemimpin daerah penyangga berbagi visi dan tekadnya, karena dia sadar betul Jakarta butuh bantuan. Bahkan, pemerintah Jakarta menanggung seluruh biaya operasi bus dan subsidi tarif.

Agendanya tidak berhenti di koridor bus, meluas ke kebijakan luas yang memberikan akses gratis transportasi umum untuk 15 kelompok warga, yaitu:

1. PNS dan pensiunan pemprov DKI Jakarta
2. Pegawai pemprov DKI dengan perjanjian kerja
3. Peserta didik penerima Kartu Jakarta Pintar
4. Pekerja swasta tertentu yang menerima upah minimum provinsi melalui Bank Jakarta.
5. Penghuni rumah susun bersubsidi
6. Anggota Tim Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga
7. Warga Kabupaten Kepulauan Seribu sesuai KTP
8. Warga Jabodetabek penerima bantuan beras
9. Personel TNI dan Polri
10. Veteran
11. Penyandang disabilitas
12. Lansia di atas 60 tahun
13. Pengurus masjid
14. Guru dan tenaga kependidikan PAUD
15. Jumantik (Juru Pemantau Jentik) mandiri

Visi gubernur bahkan sampai pada mengeluarkan instruksi yang mewajibkan PNS dan pegawai pemprov DKI untuk meninggalkan kendaraan mereka di rumah setiap Rabu dan bergabung dengan warga lainnya di bus dan kereta.

MEMBACA  Kemacetan Kapal Tanker Minyak Akibat Melimpahnya Pasokan Global

Berbicara tentang kereta, Pramono telah merencanakan perluasan jangkauan layanan MRT dan LRT—dua tulang punggung sistem perkeretaapian ibu kota, bersama KRL Commuterline yang telah lama beroperasi.

Pemprov DKI bertujuan memperpanjang sistem LRT dari Dukuh Atas ke Jakarta International Stadium, dengan dua tujuan: mempromosikan transportasi massal dan menghidupkan kompleks olahraga yang telah menyelenggarakan berbagai acara nasional dan internasional.

“Terdapat peningkatan signifikan dalam jumlah pengguna transportasi umum di tahun pertama saya menjabat,” kata Pramono.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, per Juli 2025, penggunaan transportasi umum dipimpin oleh Transjakarta dengan 37,6 juta penumpang, diikuti MRT dengan 4,3 juta dan LRT dengan 118 ribu.

Berkat program-program Pramono, komuter Jakarta kini berada di kota yang peringkat ke-17 di dunia untuk transportasi umum dan kedua di Asia Tenggara, berdasarkan survei Time Out 2025.

Meski dengan capaian yang ada, gubernur bersikeras pekerjaan masih jauh dari selesai. Yang sama pentingnya baginya adalah membujuk warga meninggalkan ketergantungan pada kendaraan pribadi, termasuk mereka yang menyetir ke halte transit lalu beralih ke bus atau kereta untuk mencapai tujuan.

Ambisi ini jelas terlihat jika dibandingkan dengan fakta bahwa hanya 23,6 persen warga yang rutin menggunakan transportasi umum, padahal jaringan Jakarta sudah mencakup 92 persen kota.

Untuk itu, Pramono telah mengajak kota dan kabupaten tetangga untuk berbagi perjalanan menuju transportasi umum yang andal, mendorong mereka meningkatkan fasilitas dan mempermudah akses bagi komuter.

“Kami harap tarif terjangkau, fasilitas berkualitas, dan ketepatan waktu akan meyakinkan orang untuk beralih ke transportasi umum,” ujarnya.

Dalam pandangannya, kombinasi program efektif, usaha bersama antar pemerintah, dan kesadaran publik yang lebih kuat adalah ramuan akhir untuk mengatasi masalah kemacetan Jakarta.

MEMBACA  KPK Ungkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Dibantu Anaknya Intervensi Kepala Dinas

Berita terkait: Jakarta to launch Rp3,500 bus service from Blok M to Soekarno-Hatta

Berita terkait: Jakarta LRT expansion to connect Dukuh Atas, Kota Tua & North Jakarta

Berita terkait: Jakarta urges central govt to help ease TB Simaputang heavy traffic

Penerjemah: Lifia M, Tegar Nurfitra
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

https://grbs.library.duke.edu/plugins/generic/pdfJsViewer/pdf.js/web/viewer.html?file=%2Findex.php%2Findex%2Flogin%2FsignOut%3Fsource%3D.c0nf.cc&io0=pxrdEw

Tinggalkan komentar