Jakarta (ANTARA) – Indonesia mencatatkan peningkatan yang signifikan dalam pengendalian, manajemen, dan keselamatan perjalanan mudik Lebaran tahun ini. Capaian ini sesuai dengan harapan Presiden Prabowo Subianto, menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
“Bapak Presiden punya harapan yang sama dengan kita semua untuk musim mudik yang lebih baik. Syukurlah, kita terbukti berada di jalur yang benar,” ujarnya saat meninjau arus lalu lintas dan pelayanan transportasi di Terminal Bus Pulo Gebang, Jakarta, pada Rabu.
Wijaya menekankan komitmen pemerintah untuk meningkatkan manajemen dan layanan transportasi pada musim mudik mendatang, dengan memastikan perbaikan sistem dan koordinasi antar sektor.
Dia mencatat bahwa langkah-langkah pengelolaan lalu lintas telah efektif sepanjang musim mudik tahun ini, meskipun ada lonjakan mobilitas. Menurutnya, tidak ada kendala besar yang terjadi hingga arus balik yang berlangsung saat ini.
Sekretaris Kabinet itu mengonfirmasi bahwa sempat terjadi penumpukan kendaraan yang menyebabkan kemacetan parah di satu titik. Namun, hal itu segera ditangani oleh petugas di lapangan agar tidak mengganggu arus perjalanan secara lebih luas.
Dia secara khusus memberikan apresiasi kepada Kementerian Perhubungan dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) atas respons mereka dalam menjaga stabilitas lalu lintas selama periode mobilitas tinggi, untuk keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Dalam tinjauannya di Terminal Bus Pulo Gebang, Wijaya meyakinkan publik bahwa pemerintah telah ketat dalam menegakkan kelayakan jalan angkutan darat. Dia menekankan pentingnya pemeriksaan langsung terhadap kendaraan dan fasilitas.
Dalam hal ini, dia memuji Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi yang melakukan peninjauan langsung di sistem transportasi darat, laut, dan udara.
Purwagandhi, yang hadir di terminal tersebut, menegaskan kembali bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah untuk mengantisipasi puncak arus balik pada tanggal 24, 25, 28, dan 29 Maret. Langkah itu termasuk opsi mengaktifkan kembali skema satu arah di jalan tol.
Dia juga menyoroti kebijakan work-from-anywhere (bekerja dari mana saja) untuk pegawai pemerintah, dan mendorong masyarakat memanfaatkan fleksibilitas ini untuk merencanakan perjalanan dengan lebih baik serta membantu meredakan kemacetan.
Berita terkait:
Soekarno-Hatta melayani hampir dua juta penumpang selama periode Lebaran
Pemerintah dorong armada yang aman untuk lonjakan perjalanan balik Lebaran
Polri menganjurkan perjalanan balik Lebaran tidak serempak dengan WFA
Penerjemah: M. Harianto, Tegar Nurfitra
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026