Perjalanan Ibadah dengan Kaki: Warga Padang Menuju Makkah untuk Menunaikan Haji

Minggu, 18 Januari 2026 – 06:30 WIB

Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Provinsi Sumatera Barat mengonfirmasi bahwa seorang warga asal Kota Padang berjalan kaki ke Kota Makkah untuk menunaikan ibadah haji.

"Pertama, kita apresiasi antusiasme masyarakat untuk menunaikan ibadah haji meskipun dengan berjalan kaki," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar, M. Rifki, di Kota Padang, pada Minggu 18 Januari 2026.

Pernyataan ini menanggapi seorang warga Kota Padang bernama M. Alif yang memulai perjalanan ke tanah suci pada Jumat 16 Januari dari sebuah masjid di kota itu dengan berjalan kaki.

Rifki menyebutkan bahwa warga yang berjalan kaki atau bersepeda ke tanah suci untuk menunaikan rukun Islam kelima itu bukan hal baru. Sebelum haji dikelola Kemenhaj, Kementerian Agama pernah beberapa kali menemui warga Indonesia yang melakukan hal serupa.

Pada 2024, Rifki mengaku pernah bertemu seorang jemaah asal Indonesia yang tiba di Arab Saudi menggunakan sepeda. Jemaah tersebut menghabiskan waktu sembilan bulan untuk sampai. Sayangnya, kedatangannya tidak bertepatan dengan musim haji 2024 sehingga ia hanya melaksanakan umrah.

Ia menegaskan dan mengingatkan setiap individu yang ingin melaksanakan ibadah haji atau masuk ke Makkah secara mandiri agar tidak terjebak penipuan. Sebab, setiap orang yang ingin menunaikan haji wajib menggunakan visa haji.

"Yang perlu diingat adalah semua orang yang ingin masuk ke Arab Saudi harus memakai visa haji," ujarnya.

Terpisah, M. Alif memulai perjalanan berjalan kakinya dari Padang ke Makkah pada Jumat 16 Januari. Niat baik ini ia mulai dari sebuah masjid di kawasan Pantai Padang.

"Insya Allah mau berangkat ibadah haji dari Padang menuju Makkah dengan berjalan kaki," katanya di sebuah akun media sosial.

MEMBACA  5 Makanan yang Perlu Dihindari oleh Orang dengan Maag saat Berbuka Puasa

Alif menjelaskan niatnya untuk menunaikan haji dengan berjalan kaki dilatarbelakangi keinginan untuk mendapatkan haji yang mabrur melalui cara mujahadah, yaitu dengan berjalan kaki. (Ant)

Baca Juga :
Pedas! Ditetapkan Tersangka, KPK Tegaskan Kuota Haji 2024 untuk Rakyat, Bukan Gus Yaqut
KPK Proyeksikan Pengembalian Uang dari Biro Haji Bakal Lebih dari Rp100 miliar
Jejak Politik Yaqut Cholil, Puncak Karier Jadi Menag Berujung Korupsi Kuota Haji

Wamenhaj Minta Calon Petugas Haji Copot Gelar, Ini Alasannya
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak meminta peserta diklat calon petugas haji 2026 untuk mencopot gelar.
VIVA.co.id | 16 Januari 2026

Tinggalkan komentar