Perbedaan Utama Malam Nisfu Syaban Dibanding Malam Lainnya

loading…

Selain Lailatul Qadar yang turun di Bulan Ramadan, masih ada malam lain yang punya peluang jadi malam yang diberkahi (lailah mubarakah), yaitu malam Nisfu Syaban. Foto ilustrasi/ist

Apa bedanya malam Nisfu Syaban dengan malam-malam lain? Dan kenapa malam Nisfu Syaban disebut sangat istimewa? Simak ulasan dan penjelasannya berikut ini.

Selain Lailatul Qadar, masih ada malam lain yang berpeluang menjadi malam yang diberkahi, yakni malam nisfu Syaban. Malam Nisfu Syaban memang punya beberapa nama lain, seperti al-lailah al-mubarakah, lailah al-baraah, lailah ar-rahmah, dan lain-lain.

Allah berfirman dalam surat Ad-Dukhan [44] ayat 3:

إِنَّاۤ أَنزَلۡنَـٰهُ فِی لَیۡلَةࣲ مُّبَـٰرَكَةٍۚ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِینَ

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan.” (QS Ad-Dukhan (44): 3)

Melalui ayat di atas, kita bisa pahami bahwa Al-Qur’an—yang dalam ayat sebelumnya disebut al-kitab al-mubin—diturunkan pada malam yang diberkahi. Tapi, tentang bagaimana maksud diturunkannya Al-Qur’an pada malam itu, kita kurang bisa tangkap secara langsung. Jadi, kita perlu merujuk penafsiran ulama ahli tafsir untuk memahaminya.

Baca juga: Benarkah Puasa Setelah Nisfu Syaban Haram? Begini Penjelasannya

Muhammad Quraish Shihab dalam Tafsir al-Misbah menyebut bahwa malam tersebut adalah malam dimulainya penurunan Al-Qur’an. Penafsiran serupa juga disampaikan Syekh Ibnu ‘Asyur dalam Tafsir at-Tahrir wa at-Tanwir.

Sementara itu, Imam Ibnu Katsir dan Syekh Ahmad ash-Shawi menafsirkan bahwa pada malam tersebut Al-Qur’an diturunkan dari lauhil mahfudz ke langit dunia, sebelum diwahyukan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW.

MEMBACA  Tips Liburan Natal dan Tahun Baru Menggunakan Mobil Listrik

Tinggalkan komentar