Tujuan Amerika Serikat dan Iran sangat berbeda, sehingga konflik di antara mereka bisa berlangsung berbulan-bulan. Hal ini disampaikan oleh Thomas Warrick, peneliti senior di Atlantic Council, kepada Al Jazeera.
Warrick menjelaskan bahwa selain tidak ada rasa saling percaya, kedua pihak juga mengalami “kesalahpahaman total” satu sama lain.
### 1. Iran dan AS Memilih Jalan Perang
“Kedua belah pihak, karena alasan budaya, menafsirkan berbagai hal dengan cara yang berbeda. Tujuan mereka sangat beda, dan pemahaman mereka soal prioritas masing-masing juga tidak sama,” kata Warrick. “Ini jelas membuat mediasi semakin sulit. Tapi, ini juga menunjukkan kalau kedua negara lebih memilih menyelesaikan masalah lewat pertempuran daripada cara damai.”
Namun, ia menambahkan bahwa dia tidak memprediksi akan ada serangan besar ke Teheran atau balasan dari Iran ke negara-negara Teluk “dalam waktu dekat.”
### 2. Perang Bisa Berlanjut Hingga Pemilu AS
“Saya pikir kita akan melihat Perang Dingin yang berulang lagi. Serangan akan sering terjadi pada Kamis, Jumat, atau Sabtu. Lalu Trump akan berkata sesuatu pada Minggu atau Senin untuk menjaga perdamaian, dan berharap pasar bereaksi positif. Sesudah itu, pada Selasa atau Rabu keadaan sedikit tenang, tapi beberapa hari kemudian mulai lagi,” katanya.
“Saya rasa pola yang kita alami sekarang akan terus terjadi. Ini bisa saja berlangsung selama beberapa minggu—atau bahkan berbulan-bulan—sampai pemilu AS pada tanggal 3 November,” tambahnya.
### 3. Masih Banyak Perbedaan
Thomas Warrick, yang juga mantan wakil asisten sekretaris AS untuk kebijakan kontra-terorisme, bilang bahwa pertempuran yang baru terjadi kemungkinan akan terus berlanjut, meskipun sedang ada upaya mediasi.