Penutupan Selat Hormuz: Delapan Strategi Nasional Hadapi Krisis Energi

loading…

Penutupan Selat Hormuz picu krisis energi global. Foto/X/CENTCOM

TEHERAN – Karena 20% minyak dunia tidak bisa lewat Selat Hormuz, harga minyak mentah mencapai USD100 (€86) per barel dan 400 juta barel cadangan darurat sudah beredar, negara-negara di seluruh dunia berusaha keras mencari cara untuk menurunkan permintaan energi.

Badan Energi Internasional (IEA) menyebut ini sebagai “gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak global” dan memberikan beberapa usulan bagi negara-negara untuk menggunakan lebih sedikit energi. Namun, karena setiap negara punya infrastuktur dan tantangan energi serta transportasi sendiri, tindakan yang diambil pun berbeda-beda. Beberapa negara lain bahkan belum bertindak sama sekali.

IEA menyatakan bahwa transportasi jalan menyumbang sekitar 45% dari permintaan minyak global, jadi wajar jika banyak negara fokus pada sektor ini untuk pengurangan.

Selat Hormuz Ditutup, Ini Strategi 8 Negara Atasi Krisis Energi

1. Sri Lanka

Di Sri Lanka, pengendara pribadi hanya dapat mendapatkan 15 liter bensin per minggu melalui sistem kode QR. Di tempat lain di Asia, sepertiga pom bensin di Kamboja telah tutup, dan Myanmar menerapkan sistem “ganjil-genap” berdasarkan nomor polisi kendaraan. Artinya, plat nomor ganjil bisa beli bahan bakar di satu hari, dan plat genap di hari berikutnya. Di Selandia Baru, pemerintah pertimbangkan untuk terapkan lagi “hari bebas mobil” dimana pengendara memilih satu hari dalam seminggu untuk tidak mengemudi.

2. China

China mengambil pendekatan berbeda, yaitu membatalkan rencana kenaikan harga bahan bakar setelah harga di SPBU naik 20% sejak awal perang.

3. Slovenia

Slovenia menjadi negara anggota Uni Eropa pertama yang memberlakukan penjatahan bahan bakar awal minggu ini. Pengemudi pribadi dibatasi 50 liter per minggu, sementara bisnis dan petani mendapat jatah 200 liter. Meski Slovakia sudah batasi penimbunan solar, Slovenia masih jadi pengecualian di Eropa.

MEMBACA  MNC University dan ASQI Selenggarakan Webinar Nasional, Kupas Strategi Bangun Layanan Unggul Berbasis Customer Experience 5.0

4. Uni Eropa

Uni Transportasi Jalan Internasional (IRU) mendesak blok Eropa untuk bertindak cepat.

“Jika pasokan solar terganggu, dampaknya akan langsung terasa di seluruh jaringan logistik UE, memperlambat rantai pasok dan memengaruhi pengiriman barang ke bisnis, toko, dan rumah,” kata Sekjen IRU, Umberto de Pretto.

“Tindakan UE yang terkoordinasi sangat penting untuk menstabilkan pasar bahan bakar, menghindari respons nasional yang terpecah-pecah, dan memastikan rantai logistik tetap berjalan.”

Karena Uni Eropa enggan mengambil posisi seragam, setiap negara harus buat keputusan sendiri. Dengan harga bensin dan solar mencapai €2 ($2,31) atau lebih per liter, naik 18% dalam dua minggu, Jerman merasakan dampaknya. Sebuah rancangan undang-undang diajukan agar SPBU hanya boleh naikkan harga sekali dalam sehari. Menteri Ekonomi Katherina Reiche menyatakan bahwa usulan pembatasan harga bahan bakar, diskon, atau pajak keuntungan mendadak sedang dipertimbangkan, namun semua harus dilihat dari sisi biaya dan manfaatnya.

Tinggalkan komentar