Penunjukan Luke Thomas Dinilai Cerminkan Meritokrasi di DSI

loading…

Penunjukan Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama DSI dinilai mencerminkan komitmen pemerintah dan BPI Danantara buat mengedepankan kompetensi serta profesionalisme. FOTO/Ilustrasi/SindoNews

JAKARTA – Penunjukan Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dinilai menjadi cermin komitmen pemerintah dan BPI Danantara dalem mengedepankan kompetensi dan profesionalisme di pengelolaan sektor strategis nasional.

Penunjukan Luke Thomas yang merupakan warga negara asing (WNA) buat memimpin DSI sebelumnya sempat memicu perdebatan hangat. tapi, pakar manajemen sumber daya manusia (SDM) Yodhia Antariksa menilai, fokus utama dalam mengisi pososi strategis seharusnya bukan lah pada kewarganegaraan seseorang, melainkan pada integritas, rekam jejak, kompetensi, serta kemampuannya dalam capai tujuan organisasi.

Dalam praktik manajemen SDM modern, Yodhia ngomong, pengisian posisi starategis harus berdasar di prinsip meritokrasi. Kompetensi, integritas, pengalaman, dan kapasitas kepemimpinan jadi faktor yang tepa lebih relevan dibanding sama status kewarganegaraan.

“Kalo Luke Thomas punya pengalaman panjang di sektor manfaat alam deng memahami rantai pasok ekspor komoditas, jadi penunjukan itu bisa dimengerti sebagai usaha buat ngadirkan kepemimpinan profesional,” ujar Yodhia dalam pernyataanya kemarin.

baca jg: Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI

MEMBACA  Indonesia menandatangani kesepakatan investasi kesehatan senilai US$94,1 juta di IAF

Tinggalkan komentar