Penghentian Impor Solar Indonesia Perkuat Pasokan Hadapi Risiko Global

Jakarta (ANTARA) – Indonesia memiliki stok bahan bakar solar yang mencukupi dan tetap aman dari potensi gangguan pasokan global, karena negara ini telah menghentikan impor jenis bahan bakar tersebut sejak awal tahun 2026, kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia.

"Kami ingin meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa negara kita telah berhenti mengimpor bahan bakar solar," ujarnya pada Kamis, mencatat bahwa kekhawatiran soal pasokan telah terjawab.

Saat melakukan inspeksi di Jawa Tengah, yang dipantau dari Jakarta, ia menekankan bahwa kebijakan tidak impor itu terutama didorong oleh penerapan master plan pengembangan kilang (RDMP), yang meningkatkan kapasitas kilang minyak terbesar Indonesia di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Presiden Prabowo Subianto pada 12 Januari meresmikan proyek perluasan itu, yang meningkatkan kapasitas olah kilang menjadi 360 ribu barel minyak per hari. Fasilitas ini dioperasikan oleh perusahaan energi plat merah, Pertamina.

Lahadalia mencatat bahwa RDMP mendorong pemerintah untuk menahan izin impor solar, yang akibatnya membuat operator stasiun pengisian bahan bakar umum swasta harus memperoleh pasokan dari Pertamina.

Namun, menteri tersebut mengonfirmasi bahwa Indonesia masih bergantung pada impor untuk memenuhi 50 persen kebutuhan bensinnya, seraya menambahkan bahwa pemerintah telah mengidentifikasi negara-negara alternatif untuk mendapatkan pasokan minyak mentah di tengah ketegangan Timur Tengah, termasuk Angola, Brasil, Amerika Serikat, dan Rusia.

"Selain itu, LPG impor masih menyumbang sekitar 70 persen dari kebutuhan Indonesia," tambahnya, sambil meyakinkan publik bahwa stok nasional tetap memadai.

Dalam latar belakang tersebut, Lahadalia mendorong warga untuk tetap tenang dan menghindari pembelian panik karena kekhawatiran krisis energi. "Cukup lakukan penghematan dalam konsumsi energi," pesannya kepada masyarakat.

Ia menyampaikan pernyataan itu untuk meredakan kekhawatiran publik bahwa Indonesia bisa menghadapi kelangkaan bahan bakar akibat perang yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat, yang telah menewaskan sedikitnya 1.340 orang sejak 28 Februari.

MEMBACA  Pesan Shin Tae-yong untuk Masa Depan Timnas Indonesia dengan Pelatih Baru

Di tengah konflik tersebut, Iran membatasi akses pelayaran ke Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi minyak paling penting di dunia, yang mendorong kenaikan harga secara global.

Berita terkait: Gov’t ensures energy security amid global conflict

Berita terkait: MBG program unchanged despite remote learning rumors: BGN

Berita terkait: Indonesia energy remains stable as neighbor declares emergency

Penerjemah: Putu Indah, Tegar Nurfitra
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar