Pengerajin Indonesia Kian Mendunia, Menteri Perindustrian Paparkan Fakta Terkini

Senin, 16 Februari 2026 – 11:56 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita melaporkan, ada peningkatan yang signifikan dalam kinerja ekspor Industri Kecil dan Menengah (IKM) di sektor kerajinan. Ini membuktikan bahwa produk dari sektor ini makin kompetitif dan bisa bersaing di pasar global.

Data dari Pusat Data dan Informasi Kemenperin menunjukkan, nilai ekspor kerajinan pada kuartal III-2025 mencapai US$305,54 juta. Angka ini melonjak jauh dibandingkan kuartal sebelumnya yang hanya US$173,5 juta.

Menurutnya, prestasi ini juga didukung oleh promosi dan fasilitasi dari pemerintah. Keikutsertaan dalam ajang seperti Inacraft menjadi faktor penting untuk memperkuat posisi IKM kerajinan.

“Fasilitasi dan pembinaan dari Kemenperin untuk IKM ini adalah bentuk apresiasi dan kebanggaan terhadap produk dalam negeri. Ini juga upaya untuk membuka peluang promosi yang lebih luas bagi IKM lokal,” kata Agus dalam keterangannya, Senin (16/2/2026).

Limbah daun nanas diubah menjadi serat bernilai tinggi, yang kemudian diolah menjadi berbagai produk kreatif seperti kain, tas, dan kerajinan tangan.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan ekspor IKM kerajinan, Kemenperin melalui Ditjen IKMA memfasilitasi delapan IKM binaan untuk mengikuti Pameran Inacraft 2026. Pameran ini berlangsung di Jakarta International Convention Center pada 4–8 Februari 2026.

Agus optimis, dukungan untuk pameran dan promosi akan memperkuat daya saing IKM nasional. Caranya dengan memperluas akses pasar, memperkuat merek, dan membuka peluang kemitraan serta transaksi bisnis yang berkelanjutan.

“Para pelaku IKM yang terpilih berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Jadi, produk yang ditampilkan tidak hanya menunjukkan kualitas dan inovasi terbaik, tetapi juga mencerminkan kekayaan dan keberagaman budaya nusantara,” ujarnya.

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Reni Yanita, menjelaskan kedelapan IKM yang difasilitasi itu adalah Karya Seni Tanduk, Lampung Ethnica, Manika Kaltim, Ragenda MOP Jewelry, Khyang Leather, Shamara, Kalaniwood, dan D’moroy.

MEMBACA  Indonesia Susun Peta Jalan AI untuk Antisipasi Risiko dan Tingkatkan Daya Saing

Produk yang ditampilkan antara lain kerajinan dari tanduk, aksesori, perhiasan mutiara, tas dari serat alam dan kulit, produk fesyen dan tenun, serta kerajinan dari limbah kayu yang ramah lingkungan.

“Ditjen IKMA memfasilitasi penyediaan booth yang berada dalam satu area. Kami berharap dengan dukungan ini, IKM bisa memaksimalkan potensinya dengan mencapai penjualan tinggi dan memperkuat posisinya di pasar nasional maupun global,” kata Reni.

Dia menambahkan, produk-produk yang dipamerkan menunjukkan peningkatan kreativitas pelaku IKM dalam memanfaatkan bahan baku lokal serta menyesuaikan desain dengan kebutuhan pasar.

Tinggalkan komentar