loading…
Pengamat Politik dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes mengingatkan bahwa stabilitas nasional bukan hanya soal keamanan. Foto: Istimewa
JAKARTA – Pengamat Politik dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes mengingatkan bahwa stabilitas nasional bukan cuma tentang keamanan. Menurutnya, stabilitas nasional sangat ditentukan oleh kapasitas negara, arah kebijakan yang jelas, serta tingkat legitimasi dan kepercayaan publik terhadap pemerintahan.
“Stabilitas nasional bukan hanya soal keamanan, tapi juga soal kapasitas negara dalam menjalankan kebijakan secara efektif dan menjaga legitimasi di mata publik,” kata Arya dalam keterangannya, Rabu (25/2/2026).
Dia mengungkap beberapa faktor yang dapat memicu instabilitas kalo tidak dikelola dengan baik. Dia menyoroti kompleksitas kebijakan yang tidak disertai peta jalan reformasi yang terstruktur, termasuk wacana perubahan mekanisme pilkada, pengurangan transfer ke daerah, hingga tata kelola dana desa.
Baca juga: Kronologi Pengungkapan Penyelundupan 4.080 Butir Ekstasi dari Luxembourg
“Ketika kebijakan besar tidak disertai roadmap reformasi yang jelas dan komunikasi publik yang memadai, maka ruang ketidakpuasan akan terbuka,” tuturnya.
Dia juga mengingatkan bahwa lambatnya reformasi politik, hukum, dan birokrasi yang dijanjikan berpotensi memperbesar penumpukan kekecewaan masyarakat. Dia menambahkan, resiko akan makin meningkat jika program strategis nasional yang menyerap anggaran besar tidak memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan rakyat.