Pengakuan Mengejutkan Guardiola Usai Bawa Man City ke Final: “Sangat Kesal…”

Kamis, 5 Februari 2026 – 11:00 WIB

Manajer Manchester City: Final Piala Liga Momen Penting

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, menekankan bahwa keberhasilan timnya mencapai final Piala Liga adalah momen penting. Hal ini disampaikan setelah City menyingkirkan Newcastle United dalam pertandingan semifinal.

City memastikan tiket final setelah menyelesaikan semifinal dengan agregat yang meyakinkan. Keberhasilan ini membawa The Citizens kembali ke partai puncak kompetisi yang punya arti sejarah bagi Guardiola selama melatih di Etihad Stadium.

Menurut Guardiola, keberhasilan ini jadi dorongan moral untuk timnya yang sedang menghadapi tekanan di Liga Inggris. Hasil imbang 2-2 melawan Tottenham sebelumnya membuat City gagal menjaga keunggulan dua gol dan mempengaruhi persaingan gelar.

Situasi di Liga Inggris

Saat ini Manchester City masih tertinggal enam poin dari Arsenal di klasemen sementara. Situasi ini makin berat dengan jadwal tandang penting ke markas Liverpool yang akan datang dalam waktu dekat.

Dalam konteks itu, final Piala Liga dinilai Guardiola sebagai momentum strategis untuk mengangkat kembali kepercayaan diri skuadnya.

“Kami akan kembali ke London, mereka akan menunggu kami di sana. Lima final dalam 10 tahun adalah pencapaian besar,” ujar Guardiola.

Dia menegaskan, konsistensi mencapai final menjadi indikator keberlanjutan performa Manchester City di level domestik.

Guardiola juga menyoroti nilai pengalaman yang akan didapat pemainnya di laga puncak nanti. “Ini akan bagus. Kalian harus menjalani pengalaman ini,” katanya.

Nilai Emosional Trofi Piala Liga

Final Piala Liga punya nilai emosional tersendiri bagi pelatih asal Spanyol itu. Trofi tersebut merupakan gelar pertama yang ia persembahkan untuk Manchester City pada 2018, saat mengalahkan Arsenal di final, ketika Mikel Arteta masih menjadi asistennya.

MEMBACA  Memori Setan Merah Dihancurkan 0-7

Setelah itu, City bahkan mendominasi kompetisi dengan menjuarai Piala Liga selama tiga musim berturut-turut dan terakhir mengangkat trofi tersebut pada 2021.

Menariknya, lawan yang akan dihadapi di final kembali adalah Arsenal. Guardiola memberikan apresiasi tinggi kepada calon lawannya tersebut.

“Merupakan kehormatan bermain melawan Arsenal, tim terbaik saat ini di Eropa dan mungkin di dunia,” ujarnya.

Pengakuan dari Kubu Newcastle

Sementara itu, dari kubu Newcastle United, manajer Eddie Howe mengakui timnya tidak tampil optimal, khususnya di babak pertama semifinal.

“Kami sangat kecewa dengan penampilan babak pertama. Kami biasanya terorganisir dengan baik, tetapi duel individu kami tidak cukup bagus dan itu menimbulkan masalah besar,” kata Howe.

Tinggalkan komentar