Kontroversi Warnai Laga Perdana Babak 32 Besar, Pakar Wasit Bilang Kanada Seharusnya Dapat Penalti
JAKARTA – Kemenangan dramatis Kanada atas Afrika Selatan di babak 32 besar Piala Dunia 2026 tidak lepas dari kontroversi keputusan wasit. Sebelum Stephen Eustaquio mencetak gol kemenangan di waktu injury time, Kanada sempat merasa dirugikan karena klaim penalti mereka di akhir babak pertama ditolak, meskipun insiden itu sudah diperiksa lewat VAR.
Kejadiannya waktu Richie Laryea dijatuhkan oleh bek Afrika Selatan, Khuliso Mudau, di dalam kotak penalti saat dia mau mengirim umpan ke depan gawang. Wasit langsung melanjutkan permainan dan memberikan tendangan gawang. VAR kemudian melakukan pemeriksaan otomatis, tetapi memutuskan tidak merekomendasikan tinjauan ulang di monitor, jadi keputusan awal tetap dipakai.
Keputusan itu menyebabkan protes keras dari para pemain Kanada, suporter, hingga pelatih Jesse Marsch. Mantan pelatih Leeds United itu terlihat sangat emosional dan mendekati wasit saat jeda babak pertama, karena dia merasa timnya kehilangan kesempatan bagus untuk unggul lebih dulu.
Kontroversi ini juga mendapat perhatian dari pakar wasit ITV, Christina Unkel. Menurut mantan wasit FIFA itu, pelanggaran terhadap Laryea seharusnya berujung hadiah penalti buat Kanada. Dia bilang ada perdebatan soal posisi kaki pemain bertahnan, tetapi kontak yang terjadi dianggap cukup untuk disebut sebagai pelanggaran.