Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia mengumumkan upaya rekonstruksi dan pemulihan ekonomi untuk lebih dari 2 juta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatra akan dimulai pada 9 Januari.
Dalam pernyataan pers, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyebut fase pertama pemulihan akan fokus pada pembukaan kembali pasar lokal serta membersihkan kios dan toko di daerah terdampak.
"Tujuanya agar perekonomian lokal bergerak kembali,” ujarnya dalam rapat koordinasi di Jakarta bersama Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar pada Rabu.
Menurut data pemerintah, sebanyak 2.304.297 UMKM di tiga provinsi—Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—telah terdampak bencana.
Untuk mendukung pemulihan, kementrian telah mendirikan delapan Klinik Bangkit UMKM di Banda Aceh, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Tapanuli Tengah, Medan, dan Padang.
Abdurrahman juga mencatat lebih dari 200.000 UMKM terdaftar dalam program Kredit Usaha Rakyat (KUR) bersubsidi akan menerima keringanan pinjaman, dikoordinasikan dengan bank dan lembaga penjamin.
Revitalisasi ekonomi akan diperkuat dengan pengaktifan kembali pasar lokal, didukung oleh 1.132 personel dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan aparatur sipil negara.
Kementerian berjanji akan melakukan pemantauan dan pemetaan komprehensif untuk memastikan program pemulihan dijalankan efektif di ketiga provinsi.
Menteri Iskandar menambahkan inisiatif pemberdayaan masyarakat akan dikoordinir tim kerja multi-lembaga, termasuk Kementerian Sosial dan Kementerian UMKM, bersinergi dengan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana.
Dia menekankan masyarakat lokal akan berperan langsung melalui program cash-for-work, memungkinkan warga mendapat penghasilan sekaligus berkontribusi dalam upaya pemulihan.
Translator: Shofi Ayudiana, Raka Adji
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026