Pemimpin Iran Ali Khamenei Wafat Usai Serangan, Presiden Iran Janji Pembalasan

Senin, 2 Maret 2026 – 00:03 WIB

Iran Akan Balas Dendam atas Tewasnya Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan akan membalas dendam atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Hal ini ia sampaikan usai serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Dilansir dari Al Jazeera, Presiden Pezeshkian mengatakan bahwa balas dendam atas pembunuhan Khamenei dan pejabat Iran lainnya adalah kewajiban dan hak yang sah bagi negaranya.

“Republik Islam Iran menganggap menuntut balas dari para pelaku dan mereka yang memerintahkan kejahatan bersejarah ini sebagai kewajibannya dan hak yang sah," katanya.

Ia menambahkan bahwa Iran bakal mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menuntut balas atas serangan tersebut.

"Dan akan mengerahkan seluruh kekuatan untuk memenuhi tanggung jawab besar ini,” ujarnya sembari menyampaikan belasungkawa.

Serangan Gabungan Israel dan AS

Sebelumnya, media pemerintah Iran mengonfirmasi kabar kematian Ayatollah Ali Khamenei setelah serangan yang diluncurkan oleh AS dan Israel. Akibat serangan itu, Khamenei beserta keluarga intinya tewas.

Dilansir dari Al Jazeera, putri, menantu, dan cucu Khamenei juga dilaporkan meninggal dunia.

Menyusul peristiwa ini, pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.

Sementara itu, gelombang baru serangan rudal telah diluncurkan Iran terhadap Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah. Hal ini diumumkan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran.

"Gelombang keenam serangan rudal dan drone ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di kawasan ini telah dimulai," kata IRGC, seperti dikutip kantor berita ISNA.

IRGC menyampaikan serangan diarahkan ke 27 titik, termasuk pangkalan udara Tel Nof dan markas besar angkatan darat Israel.

MEMBACA  Capcom's Street Fighter 6 dan Kunitsu-Gami: Jalan Dewi Segera Hadir di Nintendo Switch 2 pada 5 Juni!

"Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran tidak akan membiarkan sirene alarm di Israel dan pangkalan AS menjadi hening. Kami akan melancarkan tahap balas dendam yang keras melalui serangan bertahap," demikian pernyataan IRGC.

Tinggalkan komentar