Kabupaten Agam, Sumbar – Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan bahwa pemerintah akan memprioritaskan perbaikan irigasi untuk sawah-sawah yang tidak rusak atau terdampak bencana guna mencapai swasembada pangan pada 2026.
"Selama sawahnya tidak kena dampak, pasti irigasinya kita perbaiki dulu," kata Hanggodo saat kunjungannya ke Kabupaten Agam, Rabu.
Pernyataan itu disampaikannya saat meninjau progres sejumlah proyek infrastruktur yang rusak akibat bencana pada akhir November 2025, didampingi Gubernur Sumatra Barat dan pejabat terkait.
Menurut MenPU, prioritas perbaikan irigasi di sawah yang tidak terdampak ini bertujuan menjamin pasokan pangan dalam negeri tetap aman sembari negara terus pulih dari efek bencana.
Dia menambahkan, Kementerian PU juga akan memprioritaskan perbaikan irigasi untuk sawah yang tertimbun lumpur namun masih layak tanam dengan bantuan drone. Menurut keterangan Menteri Pertanian, lumpur itu kelak dapat berubah menjadi humus.
Sementara untuk restorasi irigasi di sawah yang kelayakan tanamnya masih belum pasti, Hanggodo menyebut kementeriannya menunggu arahan lebih lanjut dari Menteri Pertanian, karena khawatir perbaikan tersebut mungkin tidak langsung bermanfaat bagi masyarakat.
“Bisa saja meski irigasinya diperbaiki, ternyata sawahnya tidak bisa ditanami atau harus dipindahkan,” ujarnya.
Hanggodo mencatat, kementerian sebelumnya pernah memperbaiki beberapa sistem irigasi untuk sawah terdampak bencana di Aceh dan Sumatra Utara, namun pekerjaan dihentikan karena ketidakpastian apakah lahannya masih bisa digarap.
Saat ini, kementerian mempercepat perbaikan irigasi di sawah yang sudah mulai ditanami, dengan target selesai tepat waktu untuk musim panen.
“Pada intinya, Menteri Pertanian yang mengawasi musim tanam, dan kami yang langsung menangani irigasinya,” tambahnya.
Berita terkait: Pemulihan 98.000 hektar sawah rusak di Sumatra
Berita terkait: Rehabilitasi sawah terdampak banjir di Sumbar
Berita terkait: Insentif untuk petani pulihkan sawah terdampak bencana
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026