Pemerintah Tetapkan Kawasan Konservasi Laut di Perairan Wetar Barat, Maluku

Jakarta (ANTARA) – Indonesia telah menetapkan lebih dari 325.000 hektar perairan Wetar Barat di Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku, sebagai kawasan laut yang dilindungi. Tujuannya untuk menjaga keanekaragaman hayati dan mendukung masyarakat pesisir.

Direktur Konservasi Ekosistem Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Firdaus Agung, menyatakan dalam keterangannya pada Jumat bahwa penetapan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah melindungi ekosistem laut bernilai tinggi di Indonesia Timur.

“Taman di perairan Wetar Barat terdiri dari zona inti seluas 2.726,42 hektare, zona pemanfaatan terbatas seluas 322.408,07 hektare, dan zona lainnnya seluas 103,53 hektare. Pengaturan zonasi ini menjadi dasar pengelolaan kawasan konservasi yang terukur berdasarkan perlindungan ekosistem,” jelasnya.

Menurut dia, penetapan kawasan konservasi laut ini dilakukan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 89 Tahun 2025 tanggal 31 Desember 2025.

Kawasan yang bernama Taman Laut Wetar Barat ini merupakan kawasan konservasi laut terbaru di Provinsi Maluku, dengan total luas 325.238,02 hektare. Kawasan ini mencakup dua unit pengelolaan: perairan Wetar Barat dan perairan selatan Pulau Wetar.

Proses penetapannya dipimpin oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku, dengan bantuan dari Konservasi Indonesia (KI) melalui serangkaian proses yang dimulai sejak tahun 2022.

Bantuan tersebut mencakup Marine Rapid Assessment, penyusunan rencana zonasi dan pengelolaan, serta konsultasi dengan para pemangku kepentingan di tingkat desa, kabupaten, dan provinsi.

Dalam keterangan yang sama, Manajer Ekologi Laut Konservasi Indonesia, Jimy Kalther, menjelaskan bahwa perairan Wetar Barat merupakan bagian dari sistem ekologis yang lebih luas, termasuk koridor pergerakan megafauna laut.

“Kawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai habitat lokal, tetapi juga sebagai bagian dari rute pergerakan megafauna laut. Oleh karena itu, pengelolaannya harus berbasis ilmu pengetahuan untuk memastikan perlindungan fungsi ekologisnya,” tegasnya.

MEMBACA  Rusia mengklaim merebut desa-desa di Ukraina bagian timur laut dalam serangan yang diperbarui | Berita Perang Rusia-Ukraina

Marine Rapid Assessment juga mengidentifikasi dua lokasi pemijahan ikan penting: di Desa Ustutun, Pulau Lirang, sebagai area pemijahan ikan imperator (Monotaxis grandoculis) dan di Desa Telemar sebagai area pemijahan salah satu jenis ikan kakap (Macolor macularis).

Selain itu, kawasan ini juga terdapat atol dengan tutupan terumbu karang yang sangat baik.

“Taman di perairan Wetar Barat didirikan untuk melindungi terumbu karang, termasuk atol, padang lamun, dan mangrove, sekaligus menjaga rute migrasi mamalia laut seperti hiu paus, paus sperma, dan paus biru kerdil,” kata Kalther.

Berita terkait: BKKPN monitor ekosistem laut di tengah proyek abrasi Gili Meno

Berita terkait: Penjaga penyu Lombok: Cara komunitas kecil lawan kepunahan

Berita terkait: KKP dan Undip jalin kemitraan untuk majukan ekonomi biru

Penerjemah: Prisca Triferna, Resinta Sulistiyandari
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar