Jumat, 16 Januari 2026 – 04:06 WIB
Jakarta, VIVA – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengungkapkan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat layanan kesehatan nasional. Caranya adalah dengan menambah secara signifikan pendidikan dokter spesialis.
Sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto, Kemendiktisaintek bersama Kementerian Kesehatan telah menerbitkan izin untuk membuka 156 program studi spesialis dan subspesialis kedokteran.
Presiden Prabowo Subianto Undang 1.200 Rektor dan Guru Besar
Foto : Laily Rachev – Biro Pers Sekretariat Presiden
"Kementerian Kesehatan telah menerbitkan 156 izin prodi spesialis baru, terdiri dari 126 prodi spesialis dan 30 prodi subspesialis," ujar Brian dalam pertemuan dialog antara Presiden dengan 1.000 akademisi di Istana Negara, Jakarta, dikutip Jumat (16/1).
Kebijakan ini berdampak langsung pada peningkatan jumlah mahasiswa kedokteran. Di awal tahun 2026, total penambahan mahasiswa baru tercatat mencapai 3.150 orang.
"Saat ini sudah ada sekitar 5.000 mahasiswa, sehingga totalnya menjadi 8.650 mahasiswa," jelasnya.
Selain sektor kesehatan, Brian juga melaporkan bahwa dukungan dana untuk riset nasional terus meningkat. Saat ini, total anggaran penelitian telah melebihi Rp 8 triliun, yang dikelola oleh Kemendiktisaintek dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Rasio anggaran riset terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sekarang mencapai 0,34 persen. Menindaklanjuti arahan Prabowo, riset nasional diarahkan agar tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi menjadi jembatan antara pengembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan nyata industri nasional.
Beberapa kajian terkait industri dalam negeri yang sedang dikerjakan yaitu pengembangan industri tenaga surya hingga pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).
"Beberapa kajian terkait industri nasional yang sedang dikerjakan antara lain pengembangan industri tenaga surya atau solar cell, logam tanah jarang, pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular, pengembangan PLTN, industri semikonduktor, industri sepatu, tekstil, dan kosmetik. Selain itu juga pada ketahanan pangan, seperti bawang putih, kedelai, dan gandum," ucapnya.