Pemerintah Tegaskan Komitmen Tingkatkan Keamanan di Pesantren

Jakarta (ANTARA) – Menteri Agama Indonesia, Nasaruddin Umar, pada Selasa menekankan komitmen pemerintah untuk meningkatkan standar keselamatan di pondok pesantren dan tempat ibadah di seluruh Indonesia. Hal ini disebutnya sebagai prioritas nasional yang utama.

Berbicara pada penandatanganan kesepakatan bersama tentang pengelolaan infrastruktur pesantren, Umar menyatakan bahwa banyak lokasi keagamaan dibangun di daerah rawan bencana, termasuk zona longsor.

Dia mencatat bahwa Indonesia saat ini memiliki 42.369 ponpes, yang semuanya dikelola secara swasta. Sementara itu, hanya sekitar lima persen sekolah Islam, atau madrasah, yang dikelola negara.

Sebagai langkah awal, kementeriannya bermitra dengan universitas berbasis agama yang memiliki fakultas teknik untuk memeriksa keamanan struktur ponpes dan tempat ibadah yang berisiko.

Umar menambahkan bahwa kemenag juga akan menyusun regulasi untuk menyederhanakan perizinan konstruksi dan mengurangi biaya administrasi bagi pengelola pesantren.

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakatakat, Abdul Muhaimin Iskandar, yang menghadiri acara tersebut, mengatakan pemerintah bertekad untuk menyediakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Berita terkait: Prabowo demands national safety check of pesantren buildings

“Pemerintah tidak ingin santri belajar dalam kondisi yang tidak aman dan membahayakan,” ujarnya.

Kekhawatiran akan keselamatan melonjak setelah runtuhnya sebuah gedung di Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, baru-baru ini, yang menewaskan 67 orang.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyatakan 171 korban ditemukan selama operasi, termasuk 104 orang yang selamat.

Sebagai respon, pemerintah telah membentuk Satgas Penataan Pembangunan Pesantren, yang terdiri dari Kemenko PMK, Kementerian PUPR, Kementerian Agama, dan pemerintah daerah.

Satgas ini bertujuan untuk mencegah tragedi serupa dengan memeriksa bangunan ponpes dan menindaklanjuti laporan masyarakat tentang fasilitas yang tidak aman.

MEMBACA  Qodari Tegaskan Komitmen Pemerintah pada Pendidikan Penyandang Disabilitas

Berita terkait: Sidoarjo Tragedy: Prabowo orders safety audit of pesantren nationwide

*Penerjemah: Sean Filo, Raka Adji
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2025*