Pemerintah Tegaskan Inflasi Januari 2026 Terkendali pada 3,55%

loading…

Pemerintah menegaskan inflasi pada awal 2026 masih berada dalam kondisi terkendali. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – Pemerintah menekankan bahwa inflasi di awal tahun 2026 masih dalam keadaan yang terkontrol. Angka inflasi tahunan Januari 2026 yang tercatat sebesar 3,55% (year-on-year/yoy) dianggap tidak menunjukkan kenaikan harga yang terlalu drastis.

“Oleh karena itu, inflasi Januari 2026 masih terkendali dan tekanan harga di dalam negeri tidak meningkat secara signifikan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, seperti dikutip pada Rabu (4/2/2026).

Baca Juga: Harga Kebutuhan Pokok Terkendali, Jakarta Alami Deflasi 0,23%

Airlangga menerangkan, angka inflasi tahunan itu dipengaruhi oleh *low base effect* dari kebijakan potongan harga listrik sebesar 50% pada Januari–Februari 2025, yang dalam perhitungannya membuat inflasi tampak lebih tinggi.

Menurut Airlangga, pemerintah optimis inflasi sepanjang 2026 akan tetap berada dalam rentang target 2,5±1%. Keyakinan ini didukung oleh kombinasi kebijakan dari Pemerintah Pusat dan Daerah, Bank Indonesia, serta koordinasi pengendalian inflasi melalui strategi 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.

Dia juga menambahkan bahwa koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah terus dikuatkan untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan antar waktu dan wilayah, termasuk untuk mendukung program prioritas pemerintah serta meningkatkan kelancaran distribusi dan kualitas logistik pangan dari daerah surplus ke daerah yang membutuhkan.

MEMBACA  Inilah pembagian inflasi untuk Agustus 2024 — dalam satu grafik

Tinggalkan komentar