Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia menargetkan penyelesaian sekitar 6.900 jembatan pada tahun 2026, dengan fokus di daerah-daerah terpencil yang masih mengalami keterbatasan akses penyeberangan sungai.
Target tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi usai menghadiri cabinet retreat di Bogor, Jawa Barat, pada Selasa.
Prasetyo mengatakan pembangunan jembatan mendapat perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto karena menyangkut akses dasar masyarakat, termasuk rute yang digunakan anak-anak untuk ke sekolah.
Dia mencatat, sejauh ini 11 jembatan gantung telah selesai dibangun, sementara 50 unit lainnya masih dalam pengerjaan dan akan terus dikejar hingga 2026.
Selain pembangunan infrastruktur, Prasetyo menyebut pemerintah juga menyampaikan perkembangan terkini program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dalam retret tersebut.
Program tersebut telah menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat dan ditargetkan melayani hingga 82,9 juta penerima pada 2026 melalui kurang lebih 35.000 dapur.
Berita terkait: Pemerintah prioritaskan pemulihan jalan dan jembatan di Sumatra
Berita terkait: Indonesia percepat perbaikan untuk sambungkan area terdampak banjir di Aceh
Penerjemah: Genta Tenri Mawangi, Fathur Rochman, Mentari Dwi G
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © ANTARA 2026