Jakarta (ANTARA) – Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyatakan, 100 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) ditargetkan selesai pada akhir Mei 2026.
Trenggono menyampaikan hal itu usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa.
Dia menyebut pemerintah mempercepat pembangunan KNMP sebagai bagian dari penguatan ekonomi pesisir nasional.
Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) bertujuan mentransformasi kampung nelayan menjadi sentra yang modern, produktif, dan kompetitif dengan meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui perbaikan fasilitas dan akses pasar yang lebih baik.
KNMP juga secara bersamaan melakukan rekayasa sosial lewat pengembangan modal manusia, penguatan koperasi, dan kewirausahaan, termasuk sertifikasi, standardisasi, dan perizinan.
Dia menjelaskan, Kementerian sejauh ini telah membangun 100 kampung nelayan dalam dua tahap, yakni 65 pada tahap pertama dan 35 pada tahap kedua.
Berita terkait: Presiden targetkan bangun 1.000 kampung nelayan pada 2026
“Kita sudah bangun 100 lokasi, 65 tahap pertama, 35 tahap kedua, total 100. Semua diharapkan tuntas akhir Mei,” ujarnya.
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga menangani pengelolaan sumber daya manusia di kawasan kampung nelayan tersebut.
Menteri Trenggono menekankan, kesiapan masyarakat dan kapasitas pengelolaan sangat penting bagi keberlanjutan program ini.
“Kru dan kesiapan kampung nelayan juga penting. Ini salah satu topik yang dibahas dengan Presiden,” katanya.
Ke depan, pemerintah telah merencanakan untuk mengembangkan tambahan 1.000 kampung nelayan pada 2026, yang akan dilaksanakan secara paralel.
Program perluasan ini akan fokus di Indonesia Timur untuk mempercepat pemerataan pembangunan ekonomi kelautan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Selanjutnya, 1.000 kampung akan dikerjakan paralel pada 2026, dengan fokus di Indonesia Timur,” kata Trenggono.
Berita terkait: Prabowo targetkan 1.100 kampung nelayan pada 2026 untuk dukung ketahanan pangan
Penerjemah: Maria, Kenzu
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026