Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, pada Senin bilang kalau kementriannya lagi siapin aturan soal biaya jasa e-commerce. Tujuannya biar pasar digital lebih adil buat usaha kecil.
Aturan ini bakal masuk dalam Peraturan Menteri tentang perlindungan dan daya saing UMKM, yang udah selesai proses harmonisasi hukum. “Kita lagi nunggu prom ulgasi di Kementrian Sekretariat Negara,” kata Maman setelah rapat dengar pendapat di Jakarta.
Katanya, aturan ini untuk menyederhanakan struktur biaya di marketplace. Soalnya banyak pelaku UMKM ngeliat biayanya enggak konsisten dan bingung antara satu platform digital dengan yang lain.
Pemerintah rencananya bakal standarisasi biaya jadi tiga kategori: biaya pendaftaran, biaya jasa, dan biaya promosi. “Marketplace A pakai istilah beda sama marketplace B. Orang-orang kira banyak sekali biaya, padahal cuma tiga komponen utama,” jelas Maman.
Pemerintah juga lagi ngasih dorongan buat potongan biaya jasa sampe 50 persen buat usaha mikro dan kecil, terutama yang jual produk dalam negeri.
Maman nambahin, tujuan kebijakan ini buat ngelindugin usaha kecil dari persaingan enggak seimbang sama usaha menengah dan besar di platform digital. “Pemerintah enggak bisa biarin UMKM bersaing bebas tanpa kebijakan yang mendukung mereka,” ujarnya.
Aturan ini juga bakal ngatur hubungan kontrak antara marketplace dan penjual, termasuk masa kontrak minimal satu tahun supaya ada kepastian berusaha. Platform e-commerce juga harus ngasih tau penjual paling lambat tiga bulan sebelum ngelakuin perubahan biaya jasa.