Pemerintah RI Teliti Area Longsor Cisarua untuk Antisipasi Risiko ke Depan

Bandung, Jawa Barat (ANTARA) – Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia akan mengirim tim ahli untuk melakukan kajian ilmiah mendalam mengenai lanskap pasca-tanah longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Tujuannya untuk memandu mitigasi dan mencegah bencana lebih lanjut.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan pada Minggu bahwa penilaian akan memeriksa kondisi lingkungan secara komprehensif. Dia menekankan bahwa kebijakan harus berdasarkan analisis ilmiah, bukan asumsi.

“Kami mengirim tim ahli, seperti yang kami lakukan di Sumatra, karena pengelolaan lingkungan harus ilmiah untuk menentukan langkah mitigasi yang tepat,” kata Nurofiq saat mengunjungi daerah terdampak.

Studi ini akan mengevaluasi tidak hanya kerusakan fisik dari longsor, tetapi juga faktor ekologi, termasuk stabilitas tanah, tutupan vegetasi, dan risiko bencana tambahan yang dipicu oleh kondisi serupa.

Nurofiq menyatakan bahwa urbanisasi cepat telah berkontribusi pada perubahan penggunaan lahan di sekitar Cisarua. Aktivitas pertanian terdorong ke daerah pegunungan yang rentan terhadap erosi dan kegagalan lereng.

Dia menyebut perluasan tanaman seperti kentang, kubis, dan cabai—yang biasanya ditanam di iklim subtropis pada ketinggian 800 hingga 2.000 meter—sebagai bukti perubahan praktik pertanian.

“Kondisi ini bukan karakteristik lingkungan lokal kita. Sejak tahun 2025, skala perubahan semakin cepat, mendorong perluasan lahan pertanian ke area pegunungan dengan cara yang meningkatkan risiko lingkungan,” ujarnya.

Nurofiq mengatakan tim ahli akan bekerja dengan pemerintah kabupaten Bandung Barat di bawah bupati. Kajian lanskap terperinci ini diperkirakan memakan waktu satu hingga dua minggu untuk diselesaikan.

Berita terkait: Tim SAR serahkan 25 kantong mayat pasca-longsor Bandung Barat

Berita terkait: Wapdes RI desak respons cepat dan bantuan pasca-longsor Bandung Barat

Penerjemah: Ilham Nugraha, Resinta Sulistiyandari
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026

MEMBACA  China Dukung Upaya Venezuela Mendorong Dewan Keamanan PBB Bahas Tindakan AS

Tinggalkan komentar