Padang, Sumbar (ANTARA) – Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan optimisme bahwa program pembentukan 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih, yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto, akan membantu mengurangi kemiskinan ekstrem di Indonesia.
Dalam dialog percepatan musyawarah desa untuk pendirian koperasi di Padang, Sumatera Barat, Kamis, dia mengatakan bahwa selama ini rentenir, obat mahal, dan kebutuhan pokok yang mahal menjadi masalah umum di desa.
Banyak warga muda desa usia kerja memilih mencari kerja di kota, menciptakan masalah baru di desa.
Dengan dibentuknya 80 ribu koperasi desa di seluruh Indonesia, diharapkan pemuda desa akan memilih tetap bekerja di kampung halaman.
Secara umum, total aset koperasi di Indonesia saat ini sekitar Rp500 triliun (sekitar US$30,68 miliar). Angka itu masih jauh lebih rendah dibanding BUMN dan sektor swasta.
Dari sisi kegiatan usaha, koperasi juga masih tertinggal dari entitas bisnis lain. Selain itu, partisipasi masyarakat dalam koperasi terus menurun dari tahun ke tahun.
“80 ribu koperasi ini akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Wamen menambahkan, pada 12 Juli 2025, bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional, Presiden Prabowo akan mengumumkan pembentukan 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia.
Koperasi ini diharapkan menjadi pusat layanan ekonomi dan sosial bagi masyarakat desa, seperti tabungan, pinjaman, dan layanan klinik.
Presiden Prabowo telah mengeluarkan Inpres Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih untuk mempermudah pendirian 80 ribu koperasi desa.
Dia juga membentuk tim khusus yang dipimpin Menko Pangan Zulkifli Hasan untuk tujuan ini.
Penerjemah: Muhammad Zulfikar, Raka Adji
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2025