Jakarta (ANTARA) – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menampik klaim bahwa produk AS bisa masuk Indonesia tanpa sertifikasi halal. Ia menyatakan laporan tersebut tidak benar dan menyesatkan.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan Minggu melalui Sekretariat Kabinet di Jakarta, Teddy mengatakan semua barang yang diwajibkan bersertifikat halal harus menampilkan label halal resmi, baik yang dikeluarkan oleh lembaga di AS maupun otoritas Indonesia.
“Produk yang wajib disertifikasi harus membawa label halal, baik dari badan halal di AS maupun dari otoritas halal di Indonesia,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa sertifikasi halal adalah wajib untuk produk makanan dan minuman yang dijual di Indonesia, tanpa pengecualian untuk impor dari AS.
Di AS, sertifikat halal dapat dikeluarkan oleh badan-badan yang diakui seperti Halal Transactions of Omaha dan Islamic Food and Nutrition Council of America, kata Teddy.
Di Indonesia, otoritas yang bertanggung jawab atas sertifikasi halal adalah Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Teddy menambahkan, kosmetik dan alat kesehatan juga menjadi objek pengawasan ketat. Kedua kategori tersebut harus memperoleh izin edar dan sertifikasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebelum masuk ke pasar domestik.
“Produk kosmetik dan alat kesehatan harus mendapatkan sertifikasi dari BPOM,” jelasnya.
Ia mengatakan Indonesia dan AS memiliki Perjanjian Pengakuan Bersama (Mutual Recognition Agreement) mengenai standar halal, yang memungkinkan pengakuan timbal balik atas sertifikasi tanpa menurunkan standar regulasi atau pengawasan di kedua negara.
Klairfikasi ini menyusul laporan bahwa Indonesia akan melonggarkan persyaratan halal untuk barang AS setelah Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump menandatangani perjanjian tarif timbal balik di Washington.
Lampiran III Pasal 2.9 pakta tersebut menyebutkan penyesuaian regulasi halal untuk memfasilitasi ekspor kosmetik, alat kesehatan, dan barang lainnya dari AS, dengan diskusi teknis lebih lanjut yang akan dilakukan di Kantor Perwakilan Perdagangan AS.
Berita terkait:
- Indonesia sees US export boost after trade pact
- RI-US trade pack marks new chapter in relations
Penerjemah: Andi Firdaus, Resinta Sulistiyandari
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026