Jakarta (ANTARA) – Kementerian Ketenagakerjaan Indonesia bekerja sama dengan BUMN, lima perusahaan swasta dan sembilan serikat pekerja untuk menyediakan transportasi mudik gratis bagi 11.121 pekerja dan keluarganya, kata kementerian pada Jumat.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menyatakan program bertema “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” ini akan menggunakan 227 bus untuk mengangkut peserta ke beberapa daerah sebelum liburan Idul Fitri.
“Mudik bagi pekerja juga merupakan bentuk kepedulian dan partisipasi perusahaan, yang diharapkan menciptakan ketenangan pikiran dalam bekerja dan menjamin kelangsungan usaha,” ujar Noor dalam pernyataanya.
Dia menambahkan, inisiatif ini bertujuan memupuk hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan adil antara perusahaan dan karyawan.
Noor mengatakan program ini juga dimaksudkan untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas yang sering dikaitkan dengan perjalanan jarak jauh selama arus mudik tahunan.
Inisiatif ini juga mempromosikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), sekaligus meringankan biaya perjalanan bagi pekerja yang ingin merayakan hari raya dengan keluarga.
Menurut Noor, program ini sejalan dengan Pasal 100 Undang-Undang Ketenagakerjaan, yang mengharuskan pengusaha menyediakan fasilitas kesejahteraan untuk meningkatkan kemakmuran pekerja dan keluarganya.
“Transportasi mudik bagi pekerja dan keluarganya adalah salah satu cara memberikan fasilitasi kesejahteraan,” katanya.
Secara terpisah, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Indah Anggoro Putri menyebutkan bagian dari program ini meliputi 10 bus yang mengangkut sekitar 500 pekerja dan anggota keluarga ke tujuan di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.
Bus yang difasilitasi serikat pekerja dijadwalkan berangkat serentak pada 17 Maret dari kompleks kementerian di Jakarta.
Putri menambahkan, 28 bus lainnya akan mengangkut 1.385 pekerja dan keluarganya ke beberapa tujuan termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Lampung, Palembang, Padang, dan Jambi.
Bus-bus tersebut akan berangkat dari beberapa lokasi di luar kementerian antara tanggal 15 dan 18 Maret 2026.
“Secara total, 38 bus yang didonasikan tujuh perusahaan akan mengangkut pekerja dan keluarganya. Sepuluh bus berangkat dari kementerian, sementara 28 bus berangkat dari lokasi lain,” jelas Putri.
Berita terkait: Pemerintah tingkatkan layanan kesehatan untuk lonjakan mudik Lebaran
Berita terkait: Indonesia kerahkan 841 kapal untuk mudik laut 2026
Penerjemah: Arnidhya, Kenzu
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026