Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika RI mengatakan pada Rabu bahwa kecerdasan buatan (AI) bisa mengubah pendidikan tinggi di Indonesia dengan meningkatkan penelitian, inovasi, dan pembelajaran yang dipersonalisasi. Tapi dia juga memperingatkan tentang risiko seperti bias dan penyalahgunaan.
Berbicara di Galeri PJTT UT & UIGM National Meeting 2025 di Universitas Terbuka, Tangerang Selatan, Nezar Patria menyatakan bahwa universitas memegang peran strategis dalam mendorong transformasi digital sebagai pusat inovasi dan pengembangan bakat.
“AI bisa menjadi mitra penting dalam riset dan inovasi, sekaligus membantu mengatasi tantangan akademik,” kata Nezar dalam sebuah pernyataan resmi pada Kamis.
Dia menjelaskan bahwa AI dapat meningkatkan pembelajaran personal lewat sistem bimbingan pintar, memperbaiki penilaian dengan umpan balik berbasis data, dan memperkuat mutu institusi dengan profil mahasiswa dan analitik prediktif.
Tapi dia mengingatkan bahwa adopsi AI membawa risiko seperti bias algoritma, halusinasi data, dan misuse dalam tugas akademik.
Berita terkait: Pemerintah Indonesia ajak universitas kembangkan talenta AI yang etis
Nezar juga menyebutkan kesenjangan infrastruktur, akses internet terbatas, dan kurangnya tenaga terampil sebagai hambatan yang harus diatasi untuk memaksimalkan potensi AI di pendidikan.
Indonesia akan membutuhkan setidaknya sembilan juta talenta digital pada 2030, ujarnya. Dia menambahkan bahwa universitas harus memimpin dalam menghasilkan profesional AI yang terampil dan beretika.
“Universitas punya peran yang signifikan untuk menumbuhkan ahli AI berkualitas tinggi dan beretika,” jelas Nezar.
Dia menambahkan bahwa pemerintah sedang menyelesaikan Peta Jalan Nasional Kecerdasan Artifisial untuk memandu kebijakan dan regulasi, memastikan keselarasan dengan hak asasi manusia, etika, dan keberlanjutan.
“Kami harap roadmap ini segera diformalkan menjadi regulasi, agar Indonesia punya arah yang jelas untuk mengembangkan dan mengadopsi AI dengan bertanggung jawab,” pungkasnya.
Berita terkait: Menteri dorong universitas di Indonesia sesuaikan AI dengan kebutuhan lokal
Penerjemah: Arda, Azis Kurmala
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2025