Pemerintah R.I. Gelar Penataan Tempat Ibadah Menjelang Natal dan Tahun Baru

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Agama RI meluncurkan gerakan bersih-bersih lintas agama di rumah-rumah ibadah se-Indonesia menyambut Natal 2025 dan tahun baru. Ratusan penyuluh agama digerakkan untuk mempromosikan kerukunan dan pelayanan publik di periode akhir tahun ini.

Kegiatan serentak di berbagai wilayah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan layanan keagamaan yang praktis sekaligus memperkuat kohesi antarumat beragama di negara dengan penduduk mayoritas Muslim terbesar dunia.

“Semangat gotong royong dan kepedulian inilah yang terus kami dorong, agar kerukunan antarumat tumbuh dari praktik nyata dan konkrit,” kata Lubenah, Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, di Jakarta pada Kamis.

Lubenah menyebutkan rumah ibadah memainkan peran strategis tidak hanya sebagai pusat ritual keagamaan, tetapi juga berfungsi sebagai ruang sosial, pendidikan, dan budaya bagi masyarakat luas.

Oleh karena itu, kebersihan dan kenyamanan sangat penting untuk menciptakan atmosfer ibadah yang khidmat sekaligus memupuk rasa saling menghargai antar pemeluk agama yang berbeda.

“Rumah ibadah di Indonesia didominasi masjid dan musala, disusul gereja, pura, vihara, dan kelenteng. Hal ini memerlukan keterlibatan semua pihak agar tempat-tempat ini terpelihara dengan baik dan berfungsi optimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Lubenah, inisiatif bersih-bersih akhir tahun ini juga mencerminkan kehadiran negara dalam memastikan tempat ibadah tetap bersih, aman, dan nyaman seiring meningkatnya mobilitas publik selama musim liburan.

Dia bahkan berharap rumah ibadah dapat menjadi area istirahat alternatif bagi pelaku perjalanan, dengan penyediaan fasilitas parkir dan sanitasi yang memadai untuk mendukung mereka.

Sementara itu, Jamaluddin M. Marki, Kepala Subdirektorat Penyuluh Agama Islam Kemenag, mengatakan program ini telah disosialisasikan jauh hari dan diimplementasikan serentak di banyak daerah.

MEMBACA  25.000 Agen Oficial PNM Dilatih SICANTIKS untuk Perkuat Inklusi Keuangan Syariah

Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi antar penyuluh yang tergabung dalam Ikatan Penyuluh Agama Indonesia (IPARI), dengan fokus pada rumah ibadah dalam bimbingan mereka.

Hampir 900 penyuluh agama telah terlibat aktif dalam inisiatif ini, beroperasi di wilayah masing-masing. Daerah seperti Bali, Subang, dan lainnya dilaporkan telah menyelesaikan kegiatannya kepada tim pusat.

Jamaluddin menjelaskan program ini memiliki tiga tujuan utama: mendukung persiapan Natal umat Kristiani, memastikan rumah ibadah bersih dan nyaman jelang Tahun Baru, serta memperkuat nilai bakti dan pelayanan publik sesuai semangat hari jadi kementerian.

“Program ini tidak berhenti pada momentum Natal dan Tahun Baru saja. Ke depan, penyuluh agama akan terus mengembangkan inisiatif berbasis rumah ibadah, termasuk untuk Ramadan dan perayaan agama lain, dengan pendekatan lintas agama dan berwawasan lingkungan,” pungkasnya.

Copyright © ANTARA 2025