Pemerintah Percepat Rehabilitasi Irigasi untuk Tingkatkan Produksi Beras

Jakarta (ANTARA) – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa mempercepat rehabilitasi sistem irigasi pertanian merupakan kunci untuk meningkatkan produksi beras, menjamin ketersediaan air, dan mencapai swasembada beras nasional yang berkelanjutan.

“Faktor penentu suksesnya terletak pada perbaikan bibit dan pupuk, serta ketersedian air,” kata Sulaiman dalam keterangannya pada hari Sabtu.

Dia menyatakan upaya mempercepat rehabilitasi jaringan irigasi terus diperkuat, karena menjadi landasan penting untuk mencapai swasembada pangan, terutama produksi beras.

Didukung oleh infrastruktur air yang membaik, kinerja pangan nasional menunjukkan tren positif, dengan produksi beras pada 2025 diproyeksikan mencapai 34,79 juta ton, ujar Sulaiman.

Dia menambahkan bahwa cadangan beras pemerintah diperkirakan mencapai 3,3 juta ton pada awal tahun 2026.

“Salah satu fokus utama adalah penguatan infrastruktur pertanian, khususnya jaringan irigasi, sebagai pilar keberlanjutan produksi dan kesejahteraan petani,” jelasnya.

Sulaiman mencatat bahwa manajemen air yang tepat memainkan peran kunci dalam mendukung kesuksesan sektor pertanian.

Sementara itu, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Hermanto menyebutkan pemerintah telah melakukan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi pertanian secara besar-besaran dan terintegrasi sepanjang 2025.

Pemerintah telah merealisasikan 99,93 persen dari tahap pertama pembangunan jaringan irigasi, yang mencakup 280.880 hektar, katanya.

Pada tahap kedua, yang menargetkan 225.775 hektar, realisasi mencapai 83,46 persen untuk jaringan irigasi primer, 98,66 persen untuk jaringan tersier, dan 92,25 persen untuk pembangunan dan rehabilitasi irigasi air tanah.

Untuk tahap ketiga, dengan target 146.503 hektar, realisasi mencapai 67,67 persen untuk jaringan primer, 87,57 persen untuk jaringan tersier, dan 93,91 persen untuk sistem irigasi air tanah.

MEMBACA  Mobil untuk Pendakian Gunung hingga Persaingan Harga