Pemerintah Pastikan Produksi Beras Optimal Jelang Musim Kemarau

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pertanian bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah memastikan produksi padi tetap optimal lewat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diprediksi terjadi dari April hingga Oktober 2026.

“Langkah-langkah ini fokus pada penguatan ketersediaan air dan dukungan benih untuk menjaga produksi padi yang optimal serta menjamin pasokan pangan tetap aman,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam pernyataan yang diterima di Jakarta pada Minggu.

Jawa Barat, sebagai salah satu lumbung pangan nasional dengan luas sawah sekitar 900.772 hektar, memainkan peran strategis dalam menjaga stabilitas produksi beras nasional.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkirakan bahwa musim kemarau tahun ini bisa lebih panjang dan lebih kering, khususnya di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan.

Menanggapi hal ini, Kementerian Pertanian bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait telah menyiapkan beberapa langkah antisipasi, seperti memperkuat jaringan irigasi pertanian, mengoptimalkan pompanisasi, dan mengoptimalkan lahan non-rawa.

Selain itu, pemerintah telah membagikan bantuan benih padi untuk mempertahankan produktivitas di tengah tekanan iklim.

Sulaiman menekankan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah komprehensif untuk musim kemarau melalui penguatan sistem irigasi dan pompa guna memastikan ketersediaan air bagi pertanian.

“Air adalah faktor kunci. Oleh karena itu, penguatan irigasi, pembangunan sistem pompa, dan dukungan benih harus berjalan beriringan agar petani bisa terus berproduksi secara optimal,” katanya.

Melalui aksi terkoordinasi, ia berharap ketersediaan air untuk pertanian dapat terjaga, sehingga produksi dan produktivitas padi di Jawa Barat bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan, meski menghadapi tantangan perubahan iklim.

Untuk mendukung ketahanan pangan, pemerintah juga telah melakukan reformasi besar di sektor pertanian dengan menerbitkan 13 Peraturan Presiden di bidang pertanian dan mencabut sekitar 500 peraturan internal yang dinilai menghambat akselerasi program pertanian nasional.

MEMBACA  Produksi Padi di Indramayu Mencapai 7,3 Ton Per Hektar

Berita terkait: Menteri pastikan pasokan pangan stabil selama musim libur Lebaran

Berita terkait: Petani didorong gunakan varietas padi adaptif jelang musim kemarau

Berita terkait: Indonesia luncurkan ekspor beras pertama untuk Jamaah Haji

Penerjemah: Harianto, Kenzu
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar