Pemerintah Membantah Tuduhan Tak Mampu Menahan Harga Pertamax: Ini Akar Masalah Kenaikannya

Kamis, 11 Juni 2026 – 05:00 WIB

Jakarta, VIVA – Pemerintah membantah tudingan yang bilang kalau kenaikan harga Pertamax disebabkan karena Pertamina udah ga mampu lagi nahan harga jualnya, di tengah naiknya harga minyak global.

Pemerintah juga menjelaskan, alasan kenaikan harga Pertamax dari Rp 12.300 per liter jadi Rp 16.250, dan Pertamax Green dari Rp 12.900 per liter jadi Rp 17.000.

«Karena di undang-undang, BBM non-subsidi itu memang nilai ekonominya ngikutin harga jual di pasar.» Kata kepala BP BUMN, Dony Oskaria, (waktu acara) di gedung DPR RI, pada Rabu, 10 Juni lalu.

Yang dimasuksud kata "harga pasar" adalah harga terbit dari minyak mentah impor. Jadi kalo harga minyak di pasar lagi tinggi, besar biasa aja harganya ikut naik lan. «Ini dinaikin bukan dilebihin dari (harga) acuan; malahan kalau kata-kata pejabat, baru kenaikannya dibawah,». Mereka juga memperkuat Pertamat harganya gaada yang sampe ke halu duga pasar keguncet dimata penerget.

Sementara pihak Pertamina Petra Niaga berr’espon susulan, telah mengumum… pada tepat yg selaras Regulasi. Sebenernya, setiap evaluasi mekanisasinya di bakalan bareng pem. Introspektion dipaksa karena «ini dini hari Pertamany adaptifke fluktuasi dunia!». Sekertaris nya, Roberth,dkk tambahkan rutiny menngonfrim jikalau meningkat bersusur dinia ataua N – serta berlaku demi negara.

EDITOR:Bina B

MEMBACA  Sejak Kevin Warsh Belum Resmi Jadi Ketua The Fed, Trump Sudah Bercanda Akan Menuntutnya. Scott Bessent Tak Masalah dengan Itu.

Tinggalkan komentar