Minggu, 8 Februari 2026 – 13:07 WIB
Jakarta, VIVA – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau dikenal sebagai Gus Ipul menyatakan bahwa pemerintah saat ini sedang memperkuat program Sekolah Rakyat melalui integrasi nasional.
Hal ini diungkapkan Gus Ipul saat membuka acara Sinkronisasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di 66 lokasi Sekolah Rakyat Tahap 1C, yang diselenggarakan di Hotel Grand Travello, Bekasi.
Sinkronisasi ini bertujuan untuk mengintegrasikan semua data Sekolah Rakyat ke dalam sistem Dapodik milik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Dengan begitu, data pendidikan dari Sekolah Rakyat dapat terhubung dan terpadu dengan sistem dari berbagai kementerian lain.
“Jadi ini adalah sinkronisasi, agar datanya semakin baik dan terhubung dengan seluruh kementerian,” kata Gus Ipul dalam pernyataannya, Minggu (8/2/2026).
Menurut dia, operator di Sekolah Rakyat memegang peran yang sangat strategis dalam mengurus berbagai administrasi. Mulai dari data guru, siswa, tenaga kependidikan, hingga data satuan pendidikan dan kelembagaannya.
“(Jadi) di sini caranya bagaimana data kita bisa terhubung dengan data yang dimiliki Dikdasmen. Di sini disambungkan supaya data guru dan data murid bisa tersambung,” jelas Gus Ipul.
Ia menerangkan, secara nasional Sekolah Rakyat sudah tersebar di 166 lokasi. Sebanyak 100 titik telah menyelesaikan sinkronisasi pada tahap pertama dan kedua. Sedangkan kegiatan kali ini adalah tahap ketiga yang mencakup 66 titik sisanya.
Gus Ipul mengakui masih ada beberapa kendala dalam proses sinkronisasi ini, mengingat Sekolah Rakyat adalah program baru yang masih perintisan. Ketidakcocokan data masih ditemui pada tahap awal pelaksanaan.
Namun, Kementerian Sosial terus melakukan koordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian PAN-RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN), untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.
“Kita terus berkoordinasi, supaya kendala-kendala yang ada bisa diatasi,” tegasnya.
Baca Juga:
- Mensos Gus Ipul Tegaskan RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Kesehatan PBI
- Golkar Dorong Pemerintah Tingkatkan Teknologi Kesehatan untuk Tangani Kanker
- Mensos Wanti-wanti Tim Seleksi Sekolah Rakyat: Tidak Ada Titipan, Tak Ada Suap-menyuap!
—
Resmi! Roblox Terapkan Klasifikasi Usia IGRS di Indonesia
Roblox secara resmi menerapkan klasifikasi usia IGRS untuk kontennya di Indonesia. Kebijakan ini bertujuan memperkuat perlindungan pengguna dan membantu orang tua memilih game yang sesuai dengan usia anak.
VIVA.co.id | 6 Februari 2026