Pemerintah Identifikasi 30.000 Hektar Tambak Rusak Akibat Banjir Aceh

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah mengidentifikasi sekitar 30.000 hektar tambak yang rusak akibat banjir yang melanda beberapa wilayah di Aceh.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyatakan, tambak yang rusak itu tersebar di 16 kabupaten dan kota di provinsi tersebut. Pernyataannya disampaikan usai meninjau tambak terdampak banjir di Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Aceh Utara pada hari Jumat.

Kabupaten Aceh Utara adalah wilayah terdampak terparah, dengan lebih dari 10.000 hektar tambak terdampak. Disusul oleh Kabupaten Bireuen dengan sekitar 4.900 hektar, dan Kabupaten Aceh Tamiang dengan sekitar 3.400 hektar tambak yang rusak.

Trenggono mengatakan tingkat kerusakannya bervariasi dari ringan hingga berat, yang mengakibatkan kerugian bagi lebih dari 30.000 pembudidaya ikan.

“Kami telah melakukan proses identifikasi. Sekitar 300 hektar tambak terdampak tergolong rusak berat, sementara sisanya mengalami kerusakan ringan sampai sedang,” ujarnya dalam rilis pers yang dikeluarkan KKP.

Dia menambahkan, tambak yang rusak terletak baik di wilayah darat maupun pesisir. Komoditas yang dibudidayakan antara lain udang, bandeng, kakap, kerapu, lele, nila, mas, dan patin.

Aceh termasuk satu dari tiga provinsi di Sumatra, bersama Sumatra Utara dan Sumatra Barat, yang dilanda banjir dan tanah longsor pada akhir November 2025.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana, per tanggal 9 Januari, bencana tersebut telah menewaskan 1.180 jiwa, termasuk 544 korban jiwa di Aceh.

Bencana itu juga mengakibatkan sekitar 238.000 orang mengungsi di ketiga provinsi, dengan mayoritas, sekitar 214.100 warga, berasal dari Aceh.

Pemerintah Provinsi Aceh telah mulai menyusun draf Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana, dengan target menyelesaikan dokumen tersebut pada Januari 2026.

MEMBACA  Kesepakatan Pertahanan Pacu Peningkatan Kualifikasi Dokter RSPPN

Berita terkait: Kementerian siapkan langkah pulihkan budidaya perikanan di Sumatra yang terdampak banjir

Berita terkait: Pemulihan Aceh akan dipercepat jelang Ramadan: Kementerian

Penerjemah: Shofi Ayudiana, Raka Adji
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar