Berita dari Pemerintah DKI Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan kelanjutan operasi Pabrik Refuse-Derived Fuel (RDF) Rorotan secara bertahap, terukur, dan terkendali. Keselamatan dan kenyamanan warga sekitar menjadi prioritas utama.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menyampaikan pada hari Sabtu bahwa pabrik RDF Rorotan merupakan infrastruktur daerah strategis yang dibangun untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah Jakarta di masa depan.
"Operasional pabrik ini dilaksanakan dalam tahapan terukur dan dipantau secara ketat demi keamanan lingkungan dan masyarakat sekitarnya," ujar Kuswanto.
Dia menambahkan bahwa seluruh proses berada di bawah pengawasan ketat untuk memastikan sistem berfungsi optimal dan tidak berdampak negatif bagi warga. "Seluruh keluhan warga, termasuk terkait bau dan aktivitas kendaraan, ditangani dengan cepat melalui penyesuaian operasional teknis," jelasnya.
Menurut Kuswanto, masukan dari komunitas sekitar menjadi bahan koreksi penting untuk perbaikan secara berkelanjutan. Sebagai langkah nyata, DLH memastikan semua sistem kontrol emisi dan bau berfungsi dengan baik.
Selain itu, dia menekankan bahwa pengangkutan sampah ke Pabrik RDF Rorotan hanya akan menggunakan truk kompaktor tertutup yang memenuhi standar teknis. Truk-truk ini direncanakan akan didatangkan pada tahun 2024 dan 2025 untuk meminimalisir potensi bau dan tumpahan lindi di lokasi.
Pengawasan juga dilakukan langsung di lapangan melalui dua pos pemantauan yang terletak di titik akses utama dari Jakarta Timur dan Jakarta Utara. Di pos tersebut, dilakukan pemeriksaan ketat terhadap semua kendaraan angkut untuk memastikan kontainer tertutup rapat, tangki lindi tidak bocor, dan tidak ada tumpahan lindi di jalan umum.
Kuswanto menambahkan bahwa keberlanjutan operasi Pabrik RDF Rorotan merupakan bagian dari upaya jangka panjang Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengurangi ketergantungan pada pengelolaan sampah berbasis tempat pembuangan akhir (TPA) dan mendorong pengolahan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.
Fasilitas RDF Rorotan mengubah sampah menjadi bahan bakar alternatif untuk pembangkit listrik, pabrik semen, dan industri lain yang membutuhkan energi termal. Fasilitas ini diharapkan memiliki kapasitas pengolahan sampah hingga 2.500 ton per hari.
Berita terkait:
- Gubernur Jakarta berkomitmen atasi masalah bau RDF Rorotan
- Jakarta bertindak setelah studi temukan mikroplastik di air hujan
- Jakarta akan ekspose pembakar sampah sembarangan di media sosial
Penerjemah: Ilham Kausar, Resinta Sulistiyandari
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026