Senin, 12 Januari 2026 – 08:44 WIB
Banda Aceh – Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi pascabencana Sumatera yang juga Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, memberikan waktu tiga hari kepada pemerintah daerah untuk menyelesaikan pendataan rumah warga yang terdampak bencana, mulai dari yang rusak ringan hingga sedang.
“Saya beri waktu mulai dari kemarin, tiga hari untuk diverifikasi di tingkat BNPB, diverifikasi oleh Badan Pusat Statistik dan Capil. Kalau tiga hari sudah clear, uangnya dari BNPB segera dibayarkan. Rp15 juta untuk rumah rusak ringan dan Rp30 juta untuk rusak sedang,” kata Tito di Aceh Tamiang, Minggu.
Mendagri menyampaikan, masyarakat yang terdampak perlu dibantu membersihkan rumah mereka dari lumpur banjir, terutama yang parah. Dengan anggaran tersebut, diharapkan dapat meringankan beban warga dan bisa dikerjakan sendiri atau secara gotong royong.
Untuk rumah rusak berat dan yang hilang (hanyut), lanjutnya, ada dua pilihan. Pertama, warga bisa tetap menunggu di tenda dan diberikan biaya hidup. Kedua, pindah ke hunian sementara (Huntara) yang sedang dibangun sebanyak 600 unit.
Untuk pilihan kedua, warga akan diberikan biaya Rp1,8 juta per bulan selama tiga bulan (dan bisa diperpanjang) sebagai uang tunggu sampai hunian baru dibangun. “Atau kalau mau bangun sendiri, silakan. Dana yang diberikan oleh BNPB sebesar Rp60 juta,” ucap Tito.
Selain itu, Mendagri menginginkan para pengungsi yang masih di tenda agar secepatnya kembali setelah menerima dana perbaikan rumah, sehingga tidak terlalu banyak warga yang tinggal di lokasi pengungsian.
“Karena itu tidak sehat. Di tenda sudah mulai ada yang sakit, dan kasihan juga anak-anak bayi. Untuk itu, saya mendorong pemerintah daerah agar segera menyampaikan data masyarakat yang rumahnya rusak ringan dan sedang,” pungkasnya. (Ant)