Pemerintah Ajak Perguruan Tinggi Kaji Lingkungan Pascabanjir Sumatra

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) akan berkolaborasi dengan sejumlah universitas di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk meneliti daya dukung lingkungan serta menilai operasi perusahaan-perusahaan di daerah terdampak banjir.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengakui telah terjadi perubahan lanskap yang signifikan pasca banjir dan tanah longsor di Sumatra, termasuk di area sekitar pembangkit listrik tenaga air dan tambang emas.

“Saya sudah instruksikan Deputi Bidang Pengelolaan Lingkungan untuk menghubungi rekan-rekan universitas di Sumut, Sumbar, dan Aceh agar segera melakukan kajian,” ujar Nurofiq di Jakarta, Senin.

KLH memang telah memiliki perjanjian kerja sama dengan beberapa universitas di wilayah tersebut. Kajian akademik ini akan melengkapi tinjauan yang sedang berjalan oleh kementerian terhadap persetujuan lingkungan yang diberikan kepada perusahaan yang beroperasi di daerah bencana.

Meskipun tanggung jawab atas dokumen persetujuan lingkungan dibagi antara KLH dan pemerintah daerah, Nurofiq menekankan bahwa evaluasi menyeluruh akan dilakukan.

“Kami akan menganalisis ulang persetujuan lingkungannya. Kami akan menaikkan skala berdasarkan kalibrasi yang diberikan alam saat ini. Kalau gagal, kami akan hentikan persetujuannya dan rekomendasikan ke menteri teknis untuk beralih ke aktivitas lain yang lebih ramah lingkungan,” jelasnya.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), korban jiwa akibat banjir dan tanah longsor di tiga provinsi tersebut telah mencapai 604 orang hingga Senin sore, 1 Desember.

Presiden Prabowo Subianto telah meninjau daerah terdampak pada Senin, sementara pemerintah juga telah meluncurkan operasi modifikasi cuaca di Sumatra untuk mengurangi curah hujan dan meredam risiko bencana lebih lanjut.

Berita terkait: Indonesia akan tinjau ulang praktik pertambangan pasca banjir di Sumatra

Berita terkait: Pelabuhan Krueng Geukueh kunci distribusi bantuan di Aceh terdampak banjir: pemerintah

MEMBACA  Shin Tae-yong Melatih Timnas China?

Penerjemah: Prisca Triferna Violleta, Cindy Frishanti Octavia
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © ANTARA 2025