loading…
Pengembangan kawasan Toba Caldera Resort menunjukkan kemajuan. Foto/istimewa
SUMUT – Pengembangan kawasan Toba Caldera Resort menunjukkan kemajuan. Hal ini terlihat dari ekosistem pariwisata lokal yang mulai tumbuh bertahap.
Direksi Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) menyebutkan bahwa pengembangan destinasi berskala besar seperti Danau Toba memerlukan kesiapan yang menyeluruh.
“Pembangunan destinasi tidak bisa hanya diukur dari percepatan investasi jangka pendek. Infrastruktur, regulasi kerja sama, kesiapan masyarakat, serta positioning destinasi merupakan kuncinya,” ujar Direktur Pemasaran, Wahyu Dito, pada Selasa (14/4/2026).
Baca juga: Pengunjung Padati Toba Caldera Resort saat Liburan Nataru
Dari sisi investasi, sejumlah komitmen sudah berjalan meskipun sebagian masih dalam tahap perencanaan. Beberapa investor yang terlibat antara lain Labersa Group, Agung Concern Group, Tobanta Nauli Indah, Dunia Outbond, dan NIMO Group.
Selain itu, investasi di sektor pendukung seperti amenitas, penginapan, dan ekosistem pariwisata lokal juga mulai tumbuh secara bertahap. Salah satu kendala utama di lapangan adalah terbatasnya jangka waktu kerja sama investasi yang saat ini hanya menggunakan skema Bangun Guna Serah selama 30 tahun. Hal ini dianggap menjadi tantangan dalam menarik minat investor.