Rabu, 4 Maret 2026 – 19:10 WIB
Iran, VIVA – Setelah wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pemerintah Iran akan mengadakan acara di Tehran pada Kamis malam, 4 Maret 2026. Dalam acara ini, rakyat Iran bisa memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin mereka yang telah meninggal.
Garda Revolusi Iran Gempur Markas IDF dan Kemhan Israel
Kepala Dewan Propaganda Islam Iran, Hojjatoleslam Mahmoudi, mengatakan rangkaian acara penghormatan akan berlangsung selama tiga hari. Sedangkan, jadwal prosesi pemakaman akan diumumkan kemudian.
Dia menjelaskan bahwa masyarakat bisa memberi penghormatan langsung kepada jenazah Ali Khamenei di Aula Salat Imam Khomeini, Tehran, mulai pukul 22.00 waktu setempat.
Mencekam, Ronaldo Tinggalkan Arab Saudi
“Mosalla (aula salat) akan dibuka untuk para pelayat. Masyarakat yang kami cintai dapat hadir dan ikut upacara penghormatan ini, serta sekali lagi tunjukkan kehadiran yang kuat,” katanya seperti dikutip media Iran, Kamis 4 Maret 2026.
Menurut laporan media pemerintah Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang memimpin Iran dengan sikap keras terhadap Amerika Serikat dan Israel, tewas pada 28 Februari 2026 dalam serangan udara yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat. Ia meninggal pada usia 86 tahun.
IRGC Klaim Serang Markas IDF dan Kemhan Israel
Setelah serangan itu, Iran membalas dengan meluncurkan rudal ke beberapa wilayah Teluk, termasuk Dubai, Abu Dhabi, Qatar, dan Bahrain. Ketegangan di Timur Tengah pun semakin meninggkat. Iran menyatakan akan balas dendam atas kematian Pemimpin Tertingginya, sementara Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa sudah “terlambat” bagi Iran untuk kembali berunding untuk hindari perang.
Serangan balasan juga menargetkan fasilitas minyak dan kedutaan besar AS di wilayah Teluk menggunakan drone dan rudal. Pada saat yang sama, Israel memperluas operasi militernya sampai ke Lebanon untuk hadapi kelompok Hezbollah yang didukung Tehran setelah kelompok itu ikut dalam konflik.
Memasuki hari keempat konflik pada Selasa, sebuah serangan drone menyebabkan kebakaran di konsulat AS di Dubai. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengonfirmasi serangan tersebut dan memastikan semua stafnya selamat.
Sampai saat ini, tercatat lebih dari 700 warga Iran tewas dalam serangan tersebut.