Peluncuran Peta Rasa Suplemen 2026 oleh Kerry: Mendefinisikan Era Baru Cita Rasa pada Suplemen dan Nutrisi Olahraga

Singapore (ANTARA/PRNewswire)Kerry, pemimpin global di bidang rasa dan nutrisi, telah merilis 2026 Supplements Taste Charts untuk Asia Pasifik dan Timur Tengah. Laporan ini menyoroti perubahan selera konsumen di kawasan dan munculnya suplemen serta nutrisi olahraga yang berfokus pada rasa dan gaya hidup.

Di seluruh Asia Pasifik, Timur Tengah & Afrika (APMEA), suplemen semakin dilihat sebagai bagian dari kesejahteraan sehari-hari, bukan hanya dukungan kesehatan sesekali. Konsumen berfokus pada manfaat seperti tidur, imunitas, pencernaan, manejemen stres, energi, dan keseimbangan emosional. Rasa dan tekstur kini sangat mempengaruhi keputusan pembelian berkelanjutan dan penggunaan jangka panjang.

Pasar suplemen global diproyeksikan mencapai US$107 miliar pada 2029, dengan APMEA terus menunjukkan momentum kuat. Adopsi didorong oleh Cina, India, Asia Tenggara, dan Timur Tengah, didukung oleh meningkatnya kesadaran kesehatan, gaya hidup yang sibuk, dan minat pada nutrisi personalisasi.

Trend Rasa yang Mendefinisi Ulang Suplemen

Konsumen beralih dari pil tradisional ke format yang lebih berfokus rasa seperti gummy, permen kunyah, minuman serbuk, strip larut, dan bubuk campuran. Di sini, rasa memainkan peran kritis untuk menutupi rasa pahit fungsional, memperkuat isyarat emosional, dan menandakan kealamian atau khasiat. Tiga gerakan rasa utama menonjol di Asia Pasifik dan Timur Tengah:

Simplicity Amplified

Konsumen tertarik pada transparansi dan keaslian bahan. Rasa yang terinspirasi dari makanan utuh, botanikal, nada fermentasi, serta profil sedikit manis atau asam menandakan kemurnian dan kesederhanaan yang padat nutrisi. Rasa populer termasuk citrus, yuzu, jahe, kunyit, matcha, elderflower, susu kultur, dan yogurt. Rasa ini berpadu alami dengan format ramah gaya hidup saat ini, di mana rasa meningkatkan persepsi manfaat kesehatan suatu produk.

MEMBACA  Warga Pekalongan Tipu Daya Rp2,6 Miliar demi Anak Masuk Akpol, Rela Jual Rubicon dan Mini Cooper

Category Crashers

Seiring waktu makan yang kabur dan rutinitas yang berubah, konsumen tidak terpaku pada batasan tradisional makanan, minuman, atau suplemen. Category Crashers menyoroti kemunculan produk hibrida yang memecah pola: energy bar gurih, format suplemen terinspirasi confectionery, bumbu-infused kopi, dan lainnya. Produk hibrida ini tentang format kreatif dan paduan tak terduga yang mencerminkan cara orang makan saat ini.

Maximalist Flavour

Maximalisme mengambil panggung utama pada 2026, didorong konsumen muda yang menginginkan rasa berani dan berlapis dengan dampak sensorik tinggi. Profil ala dessert, intensitas asam, format dengan aksen pedas, dan tumpukan rasa seperti tiramisu passionfruit atau brownie chocolate menciptakan pengalaman rasa yang intens dan mudah diingat. Tren ini memperkuat suplemen sebagai bagian dari gaya hidup yang menyenangkan, bukan kewajiban fungsional belaka.

Dalam tren ini, nutrisi olahraga terus melebar melampaui atlet ke konsumen aktif yang mengharapkan rasa sepadan dengan fungsinya. Simplicity Amplified terlihat dalam campuran hidrasi citrus yang menyegarkan, opsi pemulihan dengan infus botanikal, dan rasa susu alami dalam sistem protein tinggi; Category Crashers menghadirkan profil ala kafe, elektrolit terinspirasi soda, dan fruity energy shot; sementara Maximalist Flavour terlihat jelas dalam pre-workout ekstra asam atau pedas, serta profil berlapis dalam protein shake.

“Konsumen di APMEA menuntut lebih dari produk kesehatan proaktif mereka, tidak hanya manfaat yang didukung klinis, tetapi juga rasa yang menggugah,” kata Olivier De Salmiech, Wakil Presiden Health & Therapies, Kerry Asia Pacific, Middle East & Africa. “Ketika produk terasa enak, memiliki manfaat berbasis sains, dan terintegrasi alami dalam kehidupan sehari-hari, produk itu menjadi ritual kesehatan yang dinanti-nantikan konsumen.”

Sumber: Kerry Group

MEMBACA  Indonesia Teguhkan Komitmen Tingkatkan Investasi ke Afrika Selatan

Reporter: PR Wire
Editor: PR Wire
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar