Pelatih Quran Center Lolos Grand Final Cahaya Muda Indonesia

loading…

Agil Shulton, alumni dan seorang musyrif dari Cinta Quran Center berhasil masuk grand final Dai Muda yang diadakan Inews. Foto dok Cinta Quran

Musyrif dan alumni Cinta Quran Center, berhasil lolos ke grand final ajang pencarian bakat dai muda “Cahaya Muda Indonesia” yang diselenggarakan iNews. Ajang ini mempertemukan para dai muda dari berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya, Agil Sulthon yang masuk Grand Final.

Mereka menyampaikan dakwah dengan cara yang inspiratif dan relevan buat generasi muda. Dalam kompetisi ini, Agil tampil konsisten dengan gaya penyampaian yang hangat dan mudah dimengerti sampai akhirnya berhasil mencapai babak puncak.

Agil mengaku bersyukur atas perjalanan yang ia jalani selama ikut program tersebut. Ia bilang pengalaman ini jadi momentum untuk terus belajar dan memperluas dakwah. “Alhamdulillah, ini pengalaman yang sangat berharga. Saya rasa perjalanan ini nggak cuma tentang kompetisi, tapi tentang bagaimana kita bisa menyampaikan pesan kebaikan ke lebih banyak orang,” kata Agil.

Ia juga nambahin bahwa pembinaan yang ia terima menjadi fondasi penting dalam perjalanan dakwahnya. “Saya sangat bersyukur pernah belajar dan dibina di Cinta Quran Center. Di sana kami nggak cuma belajar ilmu, tapi juga cara menyampaikan dakwah dengan hikmah dan akhlak yang baik,” tambahnya.

Baca juga: Inilah Tanda-tanda Mendapatkan Lailatul Qadar, Simak Jangan Sampai Keliru!

Selain Agil, alumni dari lembaga yang sama, yakni Riski Permadi Sudrajat, juga menunjukkan prestasi yang membanggakan di ajang yang sama. Riski berhasil melaju sampai babak enam besar sebelum akhirnya terhenti.

Diketahui keduanya bekerja sebagai musyrif di lembaga pendidikan Cinta Quran Center, di antara tugasnya mendampingi para santri dalam proses pembinaan Al-Qur’an dan penguatan karakter.

MEMBACA  Membangun masa depan pendidikan yang lebih cerah melalui transformasi digital

Riski mengatakan bahwa keikutsertaannya dalam program ini menjadi pengalaman berharga untuk terus mengasah kemampuan berdakwah. “Bisa sampai lima besar aja udah jadi nikmat yang luar biasa. Saya lihat ini sebagai amanah untuk terus belajar dan memperbaiki diri biar dakwah yang disampaikan bisa lebih bermanfaat,” ujar Riski.

Dewan Pembina Cinta Quran Foundation, Ustaz Fatih Karim, menyampaikan rasa bangganya atas prestasi kedua alumni tersebut. Ia menilai keberhasilan mereka menjadi bukti bahwa generasi muda punya potensi besar dalam menyebarkan dakwah yang menyejukkan.

“Kami tentu sangat bangga lihat para alumni bisa tampil di ruang publik dan bawa pesan kebaikan. Ini menunjukkan bahwa dakwah yang dibangun dengan Al-Qur’an dan akhlak insyaAllah akan menemukan jalannya,” kata Fatih Karim.

Menurutnya, keberhasilan Agil dan Riski juga jadi motivasi bagi para santri lain untuk terus belajar dan berani ambil peran dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin. “Harapannya, makin banyak anak muda yang terinspirasi untuk berdakwah dengan cara yang bijak, santun, dan relevan sama zaman,” tambahnya.

Baca juga: Menyambut Kedatangan Lailatul Qadar dengan Iktikaf Sesuai Sunnah Rasulullah

(wid)

Tinggalkan komentar