Minggu, 21 Desember 2025 – 16:04 WIB
Jakarta, VIVA – Setelah banjir di Sumatera, makin banyak aksi peduli lingkungan yang muncul dari kalangan masjid. Salah satunya adalah Masjid Eco Wakaf yang dibangun oleh Kampoong Ecopreneur dengan program bagi-bagi 1.000 pohon ke masyarakat.
Baca Juga:
Gunung Semeru Erupsi Lagi, Tinggi Letusan Capai 1,2 Km
Pembagian pohon ini dilakukan saat peletakan batu pertama pembangunan masjid tersebut di kawasan Kampoong Ecopreneur, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. Acara ini dipimpin inspirator nasional Jamil Azzaini dan dihadiri 130 tamu, termasuk para pendiri Kampoong Ecopreneur.
Baca Juga:
7 Anggota OPM di Distrik Sinak Ikrar Setia ke NKRI
Dalam acara itu juga dilakukan penanaman pohon dan bagi-bagi bibit kepada tamu undangan. Jamil menjelaskan, Masjid Eco Wakaf dirancang bukan cuma untuk ibadah, tapi juga sebagai pusat pembelajaran spiritual, ecopreneurship, dan wakaf produktif yang mendukung kelestarian alam.
Baca Juga:
Tak Sekadar Formalitas, Program Ini Fokus Berdayakan Perempuan Nelayan di Pesisir
Jamil bilang, Kampoong Ecopreneur adalah jawaban atas berbagai krisis yang saling terkait, seperti kerusakan lingkungan dan ekonomi masyarakat yang lemah. "Banjir di Sumatra itu alarm keras. Ini akibat dari cara kita memperlakukan alam," ujarnya.
Sebagai aksi nyata, 1.000 bibit pohon dibagikan. "Ini bukan cuma simbolik. Menanam pohon itu pernyataan sikap. Kita harus mulai mengembalikan fungsi alam," kata Jamil.
Halaman Selanjutnya
Selain fokus lingkungan, Kampoong Ecopreneur juga punya program pemberdayaan ekonomi. Dalam waktu dekat, akan dibagikan 100 sarang lebah madu klanceng ke warga sekitar Leuwisadeng.