Sabtu, 29 November 2025 – 19:57 WIB
Surabaya, VIVA – Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kiai Miftachul Ahyar, menegaskan bahwa sejak 26 November 2025 pukul 00.45 WIB, KH Yahya Cholil Staquf sudah tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum PBNU. Oleh karena itu, Yahya tidak punya wewenang ataupun hak untuk memakai atribut jabatan tersebut.
Baca Juga:
Putra Pendiri NU Prihatin Polemik Pemakzulan Ketum PBNU Gus Yahya, Wajib Islah!
“Mulai saat itu, kepemimpinan PBNU sepenuhnya berada di tangan Rais Aam,” ujar Kiai Miftachul Ahyar dalam konferensi pers di kantor PWNU Jawa Timur, Sabtu (29/11/2025).
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya
Baca Juga:
Isu Pemakzulan Gus Yahya dari Ketum PBNU, Gus Ipul: Diselesaikan Para Ulama
Ia menambahkan bahwa keputusan Syuriah PBNU tersebut sudah final. Maka dari itu, segala pemakaian atribut maupun pengambilan keputusan atas nama Ketua Umum tidak lagi punya legitimasi.
Kiai Miftachul Ahyar juga menegaskan bahwa risalah Rapat Harian Syuriah PBNU yang jadi dasar keputusan itu dibuat berdasarkan data dan kondisi nyata di lapangan. “Tidak ada motif lain di luar yang tertulis dalam risalah rapat. Semuanya sesuai fakta,” katanya.
Baca Juga:
Usai Yahya Staquf, Rais Aam Pecat Holland Taylor dari Jabatan Penasihat Khusus Ketum PBNU
Untuk memastikan organisasi tetap berjalan normal, PBNU akan segera mengadakan Rapat Pleno atau Muktamar dalm waktu dekat. Pihaknya berharap proses transisi kepemimpinan berlangsung tertib dan sesuai aturan jam’iyah.
Lebih lanjut, Kiai Miftach—sapaan akrabnya—menyampaikan perhatian khusus terhadap dinamika opini publik serta berbagai informasi yang beredar di media massa dan media sosial. “Untuk mendapatkan keabsahan informasi, akan dibentuk Tim Pencari Fakta yang bekerja secara utuh dan mendalam,” ujarnya.
Rais Aam kemudian menunjuk Wakil Rais Aam Kiai Anwar Iskandar dan Kiai Afifuddin Muhajir sebagai pengarah Tim Pencari Fakta (TPF). Agar TPF bisa bekerja maksimal, ia juga menegaskan bahwa penerapan Digdaya Persuratan Tingkat PBNU ditangguhkan sementara sampai proses investigasi selesai.
Sementara itu, penerapan di tingkat PWNU dan PCNU tetap berjalan seperti biasa. Kiai Miftach kembali mengingatkan seluruh warga Nahdlatul Ulama agar selalu berpegang pada nilai-nilai Khittah NU. “Semua pihak harus mengutamakan kepentingan bersama, menjaga akhlak yang mulia, dan menjunjung tinggi kejujuran dalam berpikir, bersikap, dan bertindak,” katanya.
Sebagai langkah batin, Rais Aam mengajak seluruh jamaah NU untuk memperbanyak doa kepada Allah SWT demi mendapatkan jalan keluar terbaik dan paling bermanfaat bagi Jam’iyah Nahdlatul Ulama. (Sumber ANTARA)
Gus Yahya Diberhentikan, Kepengurusan PBNU Kini di Tangan Rais Aam
Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Sarmidi Husna mengatakan kepemimpinan PBNU kini berada di tangan Rais Aam usai Gus Yahya diberhentikan.
VIVA.co.id
27 November 2025