Pasukan Gabungan Prancis dan Eropa Bersiap Buka Blokade Iran di Selat Hormuz

Selasa, 10 Maret 2026 – 23:11 WIB

VIVA – Prancis dan sekutunya sedang mempersiapkan misi "pertahanan" untuk membuka kembali Selat Hormuz yang sangat penting dan strategis, kata Presiden Emmanuel Macron pada hari Senin. Hal ini disampaikan saat perang di Iran memasuki minggu kedua.

Pemimpin Prancis itu mendarat dengan helikopter di kapal induk Charles de Gaulle. Kapal ini dikirim ke Laut Tengah setelah serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari memicu perang yang telah menciptakan kekacauan di Timur Tengah dan mengancam akan meluas.

Macron mengatakan selama kunjungan ke Siprus bahwa misi di Hormuz bertujuan untuk mengawal kapal kontainer dan tanker. Tujuannya untuk secara bertahap membuka kembali selat tersebut "setelah berakhirnya fase terpanas konflik."

"Ini penting untuk perdagangan internasional, tetapi juga untuk aliran gas dan minyak, yang harus bisa keluar dari wilayah ini lagi," kata Macron saat membahas keamanan regional, seperti dilansir Times of Israel, Selasa.

Berbicara bersama Presiden Siprus Nikos Christodoulides dan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis, Macron menyatakan bahwa "misi yang murni defensif, murni dukungan" akan dibentuk oleh negara-negara Eropa dan non-Eropa.

Uni Eropa pada hari Senin mengatakan siap untuk "meningkatkan" operasinya guna melindungi lalu lintas maritim di Timur Tengah. Mereka telah membahas penguatan misi angkatan laut di Laut Merah setelah serangan terhadap Iran memicu perang regional yang lebih luas.

Lalu lintas maritim di Selat Hormuz, jalur air utama Teluk yang dilalui seperlima minyak mentah global, hampir terhenti sejak perang pecah. Iran menjaga ketat selat tersebut dan mengatur izin lintas kapal.

Iran mengancam akan menghancurkan kapal-kapal AS, Israel, maupun sekutunya yang melintasi selat itu.

MEMBACA  Ahli mengatakan bahwa Mpox bukan Covid baru dan dapat dihentikan

Macron mengunjungi Siprus setelah negara kepulauan anggota Uni Eropa itu menjadi sasaran drone buatan Iran awal Maret. Pemimpin Prancis itu mengatakan serangan terhadap Siprus adalah serangan terhadap seluruh Eropa.

"Ketika Siprus diserang, Eropa-lah yang diserang," katanya.

"Kami tidak akan menerima wilayah Eropa mana pun, seperti Siprus, terpapar bahaya," tambah Mitsotakis.

Halaman Selanjutnya

Serangan drone di Siprus menyebabkan Prancis mengerahkan kapal induk Charles de Gaulle ke Mediterania, serta sebuah fregat dan unit pertahanan udara ke pulau tersebut.

Tinggalkan komentar